Sunday, 3 November 2013

KAI shows off two designs for KFX fighter

Asset Image
* Minsera.Blogspot.com * Korea Aerospace Industries (KAI) has displayed two conceptual models for the country’s proposed KFX indigenous fighter programme at the Seoul International Aerospace & Defense Exhibition.
One model represents KAI’s in-house proposal for the programme, while the other represents the ambitions of Seoul’s Agency for Defense Development (ADD).
KAI’s proposal is for a single-engined aircraft based largely on systems developed for the country’s T-50 advanced jet trainer. The company feels that this approach would be more cost effective and draw from its experience with the T-50, which had extensive design input from Lockheed Martin. The ADD concept is a twin-engined design and would involve considerably more indigenously-developed content.
Both appear to recognise the challenges involved in building a true stealth aircraft. While each bears a passing resemblance to the low observable Lockheed Martin F-35, particularly in regard to the shaping of the intakes and forward fuselage, neither possesses internal weapons bays.
KAI did not state the powerplant for either aircraft, but one source says that it is likely to require similar power to the Pratt & Whitney F100 or General Electric F110, the engines for the F-16 fighter.
Asset Image

Industry sources at the show say that KAI has been actively seeking information on a range of equipment that the KFX would need to be a truly capable fighter jet, including its radar, avionics, mission computers, and other systems.
Although this is the first time KAI has displayed such detailed models at the Seoul show, there is still a great deal of uncertainty about the programme.
To a large degree, Seoul is relying on technology transfer stemming from its F-X III acquisition for 60 fighters to develop indigenous manufacturing capabilities for KFX. Given that F-X III is in limbo following Seoul’s decision to re-tender the competition rather than obtain the Boeing F-15 Silent Eagle over the F-35 and Eurofighter Typhoon, any decision on KFX is effectively stalled as well.
Another challenge for the KFX programme is the presence of Indonesia in the effort as a 20% partner. While Jakarta is generally an ally of the West, the US government could be dubious about providing advanced technologies to Jakarta through the KFX programme, which will invariably require a large degree of foreign content.
In the event that Seoul decides to move forward with the programme, the Korean air force is likely to obtain 120 examples, with Jakarta to take 80. KAI also hopes to win other export orders for the aircraft.

Thursday, 31 October 2013

Polaris Bikin Ban Tanpa Angin Anti Peluru


* Minsera.Blogspot.com * Produsen ATV asal Amerika, Polaris kembali hadir dengan produk anyarnya yang unik, berjuluk Terrain Armor. Nah, kali ini bukan soal kendaraan, tetapi ban khusus yang dirancang tanpa tekanan udara layaknya ban konvensional.

Karena sebagai pengganti ruang udara, ban Terrain Armor dirancang dengan penopang berbentuk sarang lebah (honey comb) yang ringan dan fleksibel. Sehingga dengan rancangan yang fleksibel ban ini mampu melibas medan offroad sekalipun.

Hebatnya lagi, karena ban ini memang dikembangkan Polaris khusus kendaraan seri militer mereka, sehingga Terrain Armor didesain anti peluru dan sobek. Bahkan pihak Polaris sempat menguji dengan tembakan dari senapan AK-47 dan masih dapat dijalankan sejauh 563 km

Salah satu produk Polaris yang mengandalkan ban tersebut adalah Sportsman MV850 Terrain Armor Edition. ATV ini dirancang sebagai kendaraan taktis militer dengan kemampuan offroad yang didukung ban Terrain Armor dan penggerak 4x4.





Tuesday, 29 October 2013

TIGA Pesawat tempur Taktis Super Tucano Mampir di Banjarbaru - Kalimantan Selatan


* Minsera.Blogspot.com *  BANJARBARU – Pemandangan di Lanud Syamsudin Noor, Landasan Ulin, Banjarbaru, Senin (28/10) terlihat berbeda dengan kehadiran tiga pesawat tempur jenis EMB-314 Super Tucano. Warga yang melintas di depan bandara pun tersedot perhatiannya pada tiga pesawat tersebut, dengan warna militer dan mocong hiu bergigi tajam, ditambah persenjataan siap tempur yang terpasang pada sayap-sayapnya.
“Ini pesawat tempur baru dari Skadron Udara 21 Lanud Abdulrahman Saleh, Malang,” ujar Komandan Lanud Syamsudin Noor Esron SB Sinaga SSos kepada Radar Banjarmasin, Senin (28/10) pukul 12.00 Wita.

Saat itu, Esron hendak melepas keberangkatan pesawat menuju Lanud Supadio Pontianak. Dari Pontianak pesawat ini akan kembali terbang menuju Batam dan Ranai Kepulauan Natuna, dalam rangka Latihan Angkasa Yudha 2013.
“Singgahnya tiga Super Tucano ini juga bagian dari operasi latihan tempur itu,” ujar Esron.

Tujuannya, untuk memastikan kesiapan Lanud Syamsudin Noor sebagai Pangkalan Aju, yakni pangkalan yang dijadikan tempat pesinggahan pesawat TNI AU yang sedang melaksanakan operasi militer. Sehingga tiga pesawat itu kemarin, hanya sebentar mampir di Lanud Syamsudin Noor. Rombongan pesawat tersebut, dipimpin langsung oleh Komandan Skadron Udara 21 Lanud Abd Saleh Malang, Letkol Pnb James Yanes Singal SE.

Sekadar diketahui, Pesawat Super Tucano ini dibuatoleh pabrikan Embraer Brazil, merupakan pesawat tempur taktis yang dilengkapi dengan teknologi modern yang dapat digunakan untuk berbagai misi, seperti serangan ringan, pengintaian serta dapat dioperasikan pada malam hari, sehingga sangat ideal untuk melaksanakan misi seperti menjaga wilayah perbatasan.
Sistem persenjataan Super Tucano terdiri atas 2 senapan mesin di sayap, kemudian dapat menagngkut lima bom sejenis MK-81 maupun MK-82, Cluster dan bom dengan pemandu laser.

Selain tiga pesawat tempur yang menggunakan baling-baling ini, kemarin juga mampir Helikopter Puma SA-330 dan dua pesawat Hercules C-130, untuk mendukung operasi tiga pesawat tempur taktis EMB-314 Super Tucano.

Wednesday, 23 October 2013

Korsel Membatalkan Pembelian Pespur F-15 SE dan Imbasnya Terhadap Indonesia


* Minsera.Blogspot.comOleh : Marsda TNI (Pur) Prayitno Ramelan 



IMD - Secara mengejutkan Korea Selatan menyatakan menolak tawaran perusahaan Boeing untuk memasok 60 pesawat tempur F-15 Silent Eagle bagi Angkatan Udaranya (Royal Korean Air Force). Penolakan tersebut disampaikan oleh juru bicara Kementerian Pertahanan Kim Min - seok, yang mengatakan bahwa Korea Selatan (Korsel) akan menunda pemberian kontrak US$ 7.7 milyar dalam pengadaan 60 pesawat F-15 SE, akan dilakukan tender ulang.

Pemerintah Korea Selatan nampaknya terpaksa tunduk kepada tekanan publik dalam aksi penolakan pembelian pesawat tempur F-15 SE, terutama pernyataan keberatan dan penolakan dari 15 mantan Kepala Staf Angkatan Udara yang menulis surat kepada Presiden Park Geun - hye, dan juga keberatan anggota parlemen partai yang berkuasa. Para pengeritik menyatakan bahwa pesawat tempur F-15 Silent Eagle dinilai kurang kemampuannya, khususnya kemampuan anti radarnya (stealth).

Korea Selatan menginginkan Angkatan Udaranya (ROKAF) mempunyai pesawat tempur yang dapat menyusup tanpa terdeteksi, untuk membalas serangan jauh kegaris belakang apabila Korea Utara (Korut) melancarkan serangan nuklir. Kim Min-seok menegaskan, "Angkatan Udara kami berpendapat bahwa kita memerlukan kemampuan tempur dalam menanggapi trend terbaru pengembangan teknologi kedirgantaraan, yang pada intinya adalah jet tempur generasi kelima khususnya dalam menghadapi provokasi dari Korea Utara, " katanya.

Pada musim semi tahun ini, ketegangan di semenanjung Korea telah meningkat tajam, dimana Pyongyang pernah menyatakan ancaman perang nuklir untuk memprotes sanksi PBB. Pemerintah Korea Selatan sangat khawatir setelah pemerintahan Korea Utara, Kim Jong-un melakukan uji coba peluru kendala balistik. Korea Utara juga diketahui menempatkan beberapa ratus ribu pasukan dengan persenjataan berat di perbatasan dengan Korsel. Memang pesawat Tempur Korut dinilai sudah tua tetapi jumlahnya sangat banyak, sehingga menjadi pertimbangan tersendiri apabila terjadi konflik.

Selain itu yang menjadi catatan, Korea Selatan tetap waspada karena berakhirnya Perang Korea tahun 1950-53, hanya dengan gencatan senjata, bukan berupa sebuah perjanjian damai. Oleh karena itu Korea Selatan terus alert terhadap kemungkinan pecah perang yang sewaktu-waktu akan timbul, terlebih mengingat pribadi pemimpin Korut Kim Jong-un yang masih muda dan agresif.

Pada beberapa waktu lalu, saat Korea Utara menyatakan ancaman serangan nuklir, pemerintah Amerika Serikat menanggapi dan mengambil langkah yang sangat serius. USAF mengirimkan pesawat tempur paling canggihnya yaitu, pesawat pembom siluman B-2, pesawat tempur siluman F - 22 dan pesawat pembom B - 52, dalam latihan dengan Korea Selatan untuk show of force. Kedua pembom tersebut dapat mengangkut bom nuklir.

Dari Anggaran yang disiapkan sebesar US $7.7 milyar, dimana dalam perhitungan harga, Korea Selatan bisa mendapatkan 60 buah F-15 SE, kini dengan akan diulanginya tender baru, yang kemungkinan calon terkuat adalah pesawat tempur generasi kelima F-35A buatan Loockheed Martin atau Typhoon Eurofighter anggaran akan membengkak. Kemungkinan besar Korsel akan memilih F-35A dibandingkan Eurofighter, karena ikatan erat antara Korsel-AS, dimana AS masih menempatkan 28.500 pasukannya di Korsel.

Para pejabat militer AS mengatakan kekuatan terbesar dari F - 35, selain mampu menghindari radar, pesawat ini mempunyai kemampuannya untuk memadukan data dari pesawat dan sensor lainnya. Hal ini memungkinkan untuk membantu mengidentifikasi target bagi pesawat tempur lainnya yang bersama-sama beroperasi. Mengingat harganya yang jauh lebih mahal dibandingkan dengan F-15 SE, kemungkinan Korea Selatan akan mengurangi jumlah pesanan menjadi 40 atau 50 pesawat, atau mempertimbangkan anggaran baru.

Rangkaian pengadaan pesawat tempur terbaru Korea Selatan untuk menekan Korea Utara sejalan dengan kebijakan Jepang yang juga memesan 42 F-35 dari Loockheed. F-35 telah dipesan oleh USAF (Angkatan Udara AS) dan juga beberapa negara diantaranya Belanda, Inggris, Australia, Italia, Norwegia, Turki, Israel dan Jepang.

Berkaitan dengan Indonesia, jelas kebijakan Korea Selatan yang membatalkan keinginannya memiliki F-15 SE akan semakin membuat kerjasamanya dalam proyek IFX/KFX (Indonesia/ Korea Fighter Experiment) yang dinyatakan ditunda menjadi semakin tidak jelas kelanjutannya. Dengan kemungkinan membengkaknya anggaran apabila dipilih F-35 yang harganya jauh lebih mahal, maka kelanjutan proyek IFX/KFX akan menjadi lebih tidak menentu. Jelas Indonesia menjadi negara yang dirugikan. Isyarat penundaan selama sekitar satu-setengah tahun dilayangkan Pemerintahan Park Geun-hye tak lama setelah dirinya terpilih sebagai presiden ke-11 Korea Selatan pada Februari 2013.

Proyek ini menggantung setelah tim Korea-Indonesia menuntaskan tahap pertama, yakni Technology Development, dalam waktu 18 bulan, pada Desember 2012. Proyek diawali dengan tahapan Feasibility Study, dilanjutkan dengan Technology Development, lalu Engineering Manufacturing Development, dan diakhiri dengan Production Phase. Di pihak Indonesia, Kementerian Pertahanan menjadi penanggung-jawab utama atas proyek prestisius yang pernah disebutkan menelan ongkos US$8 milyar.

Pihak Indonesia tetap yakin dan berusaha melanjutkan proyek ini sebatas pada bagian-bagian yang bisa dikerjakan sendiri. Di dalam negeri, program ini dikerjakan tim dari Balitbang Kementerian Pertahanan, BPPT, PT Dirgantara Indonesia, Institut Teknologi Bandung dan lain-lain. Dalam hal ini nasib Indonesia akan ditentukan oleh Korea Selatan yang masih dipusingkan dalam memilih jet tempur unggulannya.

Kini kita akan melihat sebuah perlombaan pemilikan pesawat-pesawat tempur generasi kelima, dimana beberapa negara di kawasan Asia Pasifik pada umumnya sudah memesan F-35 untuk memperkuat pertahanan udaranya. Sementara ini dengan memiliki Sukhoi 27/30, dilihat dari balance of power, saat ini AU Indonesia masih yang terbaik di Asia Tenggara, termasuk apabila dibandingkan dengan Australia.

Oleh karena itu nampaknya sebagai sekutu AS, Korea Selatan dan Australia nampaknya akan berusaha memiliki F-35 dimasa mendatang. Kita berharap ekonomi Indonesia membaik, dan suatu saat kita bisa memiliki Sukhoi-35 dan bahkan mungkin Sukhoi T-50 PAK-FA. Pesawat tempur yang jauh lebih murah harganya dibandingkan generasi lima lainnya, tetapi teknologinya lebih hebat. Who knows?

China Beli Su-35 Karena Bisa Menembak ke Belakang


* Minsera.Blogspot.comChina telah memutuskan untuk

membeli jet tempur Su-35 dari 
Rusia karena mampu menembakkan
rudal secara rearward-firing
(menembak ke belakang), Want
China Times mengutip pernyataan 
Senior Kolonel Wu Guohui, seorang
profesor di Beijing National
Defense University.


Rudal R-73M2 dan R-74ME Rusia,
rudal AIM-9X Amerika Serikat dan
termasuk rudal PL-10 China,
semuanya bisa ditembakkan ke
target (pesawat) di belakang 
pesawat. Rudal-rudal itu memiliki
"nose cone" dan sirip yang telah 
dimodifikasi untuk mencegah
masalah ketidakstabilan saat 
peluncuran.


Menurut Wu, kemunculan rudal 
yang bisa menembak ke belakang
ini telah mengubah konsep perang 
udara. Dalam pertempuran udara-
ke-udara di masa depan, sebuah 
jet tempur harus bisa menembak
jatuh musuh yang ada di belakang. 
Dengan rudal rearward-firing dan
"spion" yang tertanam pada helm 
pilot. 
Meskipun China sudah memiliki
rudalnya, namun saat ini China 
belum memiliki jet tempur yang 
mampu meluncurkan rudal itu.


Su-35 akan masuk ke Angkatan 
Udara PLA guna meningkatkan
kemampuan pilot sekaligus 
memberi gambaran teknologi
kepada industri penerbangan 
China agar mampu
mengembangkannya sendiri. Sama 
seperti yang terjadi pada Sukhoi-
Sukhoi sebelumnya, analis menilai 
China juga akan memodifikasi atau
bahkan mengkloning Su-35.


Sebelumnya dalam laporan Russian 
Military News Network pada Juni
lalu, China dikabarkan telah 
mengirimkan delegasi ke Moskow
terkait rencana pembelian 24 
Su-35BM senilai AS$ 1,5 miliar. 
Namun sumber dalam 
Rosoboronexport Rusia mengatakan
bahwa China justru akan membeli 
lebih dari 24 Su-35.

Sunday, 13 October 2013

Indra Sjafri: Indonesia Adalah Raksasa Asia


* Minsera.Blogspot.comPelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri bersyukur timnya dapat lolos ke putaran final Piala AFC U-19 2014. Menurutnya, Indonesia kini bisa disebut sebagai raksasa Asia.

Indonesia dipastikan lolos ke Myanmar tahun depan usai menundukkan tim kuat Korea Selatan (Korsel) dengan skor 3-2, pada laga pamungkas Grup G di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (12/10). Tiga gol kemenangan Garuda Muda diborong oleh sang kapten, Evan Dimas.

"Mulai saat ini bangsa ini harus berpikir bahwa raksasa Asia adalah Indonesia," tegas Indra tanpa bermaksud jemawa.

"Tadi kita tak hanya menang, kita permainkan mereka (Korsel). Kita kolongin, main-mainin," tandasnya sembari tersenyum.

Sumber: 
http://www.dewibola.com/tim_nasional/berita-bola-timnas-indonesia-indra-sjafri-indonesia-adalah-raksasa-asia-601273.html

Saturday, 12 October 2013

KLASEMEN SEMUA GRUP AFC U-19

* Minsera.Blogspot.com

Group ATeams P W D L GF GA GD PTS
QATAR 3 3 0 0 11 0 11 9
UZBEKISTAN 3 3 0 0 9 0 9 9
INDIA 4 1 1 2 3 7 -4 4
TURKMENISTAN 4 1 1 2 4 11 -7 4
NEPAL 4 0 0 4 1 10 -9 0

Group BTeams P W D L GF GA GD PTS
UNITED ARAB EMIRATES * 3 3 0 0 13 1 12 9
YEMEN * 4 3 0 1 9 3 6 9
JORDAN 3 1 1 1 3 3 0 4
MALDIVES 4 1 1 2 1 8 -7 4
AFGHANISTAN 4 0 0 4 1 12 -11 0

Group CTeams P W D L GF GA GD PTS
IRAQ 2 2 0 0 9 0 9 6
BANGLADESH 3 1 1 1 1 6 -5 4
KUWAIT 2 1 0 1 3 2 1 3
PAKISTAN 3 0 1 2 1 6 -5 1

Group DTeams P W D L GF GA GD PTS
I.R. IRAN 3 3 0 0 9 1 8 9
SAUDI ARABIA 3 2 0 1 7 2 5 6
LEBANON 3 0 1 2 2 8 -6 1
TAJIKISTAN 3 0 1 2 0 7 -7 1

Group ETeams P W D L GF GA GD PTS
OMAN 2 2 0 0 3 0 3 6
PALESTINE 1 0 0 1 0 1 -1 0
BAHRAIN 1 0 0 1 0 2 -2 0

Group FTeams P W D L GF GA GD PTS
VIETNAM 3 3 0 0 16 3 13 9
AUSTRALIA 3 2 0 1 11 5 6 6
HONG KONG 3 1 0 2 2 12 -10 3
CHINESE TAIPEI 3 0 0 3 1 10 -9 0

Group GTeams P W D L GF GA GD PTS
INDONESIA 3 3 0 0 9 2 7 9
KOREA REPUBLIC 3 2 0 1 11 4 7 6
PHILIPPINES 3 0 1 2 2 8 -6 1
LAOS 3 0 1 2 3 11 -8 1

Group HTeams P W D L GF GA GD PTS
DPR KOREA 3 3 0 0 12 0 12 9
THAILAND 3 2 0 1 10 2 8 6
SINGAPORE 3 1 0 2 3 8 -5 3
BRUNEI DARUSSALAM 3 0 0 3 1 16 -15 0

Group ITeams P W D L GF GA GD PTS
JAPAN 3 2 1 0 12 2 10 7
CHINA P.R. 3 2 1 0 7 2 5 7
MALAYSIA 3 1 0 2 7 8 -1 3
MACAU 3 0 0 3 0 14 -14 0

Foto Runner Up Terbaik: