Sabtu, 30 Agustus 2014

Selamat Datang di Rumah Baru Leo



* Minsera.Blogspot.com * Satu persatu, MBT Leopard 2 dan IFV Marder diturunkan dari kapal pengangkutnya. Bukan pekerjaan mudah memang menurunkan sebanyak total 26 unit MBT Leopard 2 dan 26 buah Marder. Secara cepat dan efisien, kru dari Jerman itu mampu menurunkan puluhan tank. Dan menyaksikan puluhan MBT berjejer memang tiada bandingnya. Apalagi, ARC sempat ikut joyride dari kapal pengangkut menuju lapangan. Whoaaa... its a best ride eveeerrrr...!!




Hingga berita ini diturunkan, belum semua MBT dan Marder selesai diturunkan. Dan rencannya, pemuatan ke kapal angkut menuju Surabaya baru akan dilakukan pada Minggu (31/08) pagi. Untuk itu mari kita nikmati dulu sebagian foto-foto jepretan ARC berikut ini. Tapi jangan lupa nantikan updatenya hanya di www.arc.web.id








Sumber: http://arc.web.id/galeri/646-gallery-welcome-to-your-new-home-leo.html


Selamat Datang Leopard 2A4 dan IFV Marder 1A3



* Minsera.Blogspot.com * Selamat datang 24 unit Leopard 2A4 dan 28 unit IFV Marder...

kondisi saat packing dan dalam pengiriman 









Sabtu, 23 Agustus 2014

24 MBT Leopard A4 dan 28 IFV Marder akan tiba di T. Priok tanggal 28 Agustus dengan kapal Morning Celesta


* Minsera.Blogspot.com * Sebanyak 52 tank produksi Rheinmetall Jerman dijadwalkan tiba di pelabuhan Tanjung Priok pada 28 Agustus 2014. Tank yang dikirim, dengan perincian sebanyak 24 MBT Leopard A4 dan 28 Tank Marder.
Kedua jenis tank ini telah diberangkatkan sejak 31 Juli 2014 lalu, dengan kapal kargo berbendera Panama, Morning Celesta, dari pelabuhan Bremenhaven, Jerman.
Rencananya, setibanya di pelabuhan Tanjung Priok, tank-tank ini akan dipindahkan dari Morning Celesta ke kapal yang lebih kecil untuk dikirim ke Tanjung Perak Surabaya.
Tank-tank ini segera disiapkan untuk parade militer pada ulang Tahun TNI 5 Oktober mendatang di Surabaya.
Mengejar target parade militer, durasi pengerjaan tank tersebut dipercepat dari 12 bulan menjadi delapan bulan, sehingga sejumlah bagian dari tank ini belum usai dikerjakan.
Atase Pertahanan KBRI Berlin, Kol. (Pnb) Samsul Rizal terus memonitor produksi dan pengiriman alutsista pesanan Kementrian Pertahanan tersebut. Dia mengatakan bahwa sistem komunikasi dan sistem pendingin 24 MBT Leopard akan dikerjakan di Indonesia.
"Pengerjaan tersebut sesuai dengan perjanjian ToT (Transfer of Technology) antara Indonesia dan pihak Rheinmetall," kata dia kepada VIVAnews di Jerman.
Menggandeng Rheinmetall, PT Pindad akan dilibatkan dalam melengkapi sistem pendingin dan sistem komunikasi tank tank tahap pertama ini.

Jumat, 22 Agustus 2014

KRI John Lie (358) dan KRI Usman Harun (359) tiba di Malaga, Spanyol dalam perjalanan menuju tanah air


* Minsera.Blogspot.comPenyambutan kedatangan KRI John Lie 358 dan KRI Usman Harun 359 di Pelabuhan Malaga, Spanyol, menandai penutupan HUT ke-69 RI di negara setempat.

"KBRI Madrid bersama dengan masyarakat Indonesia di Spanyol khususnya di Madrid dan Malaga mengadakan acara khusus penyambutan KRI John Lie 358 dan KRI Usman Harun 359 di Pelabuhan Malaga," kata Sekretaris Tiga Pensosbud KBRI Madrid, Nona Siska Noviyanti, kepada Antara London, Jumat (22/8).
Dalam peraakan HUT ke-69 RI, KBRI Madrid menyelenggarakan serangkaian acara dengan mengajak masyarakat Indonesia di Spanyol.
Rangkaian acaranya, di antaranya peringatan Hari Anak Nasional 2014 dengan mengadakan berbagai lomba, aksi sosial donor darah di Palang Merah Spanyol (Cruz Roja Espanol) serta upacara Bendera dan Malam Perayaan di KBRI Madrid.
Malam Perayaan HUT ke-69 RI itu dihadiri masyarakat Indonesia dari berbagai kota, tidak hanya Madrid tetapi juga dari Barcelona, Valencia, Zaragoza, Sevilla dan Pamploma serta beberapa pelajar Spanyol alumni Program Dharmasiswa Kemdikbud RI.
Pada kesempatan tersebut, Dubes Yuli Mumpuni Widarso menyampaikan pokok-pokok Pidato Presiden RI Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono di depan Sidang Paripurna DPR RI tanggal 16 Agustus 2014.
Terkait dengan perkembangan dan raihan yang dicapai Indonesia, Dubes mengajak masyarakat Indonesia di Spanyol untuk meraih peluang yang ada dari perkembangan di Indonesia dengan menyinergikan dengan potensi di Spanyol.
Seluruh rangkaian kegiatan perayaan HUT ke-69 RI itu ditutup dengan acara penyambutan kedatangan kapal perang baru RI berjenis Perusak Kawal Rudal MRLF (Multi Role Light Fregate), yakni KRI John Lie 358 (KRI JOL-358) dan KRI Usman Harun 359 (KRI USH-359) yang berlabuh di Pelabuhan Malaga, Spanyol dalam perjalanan dari Pelabuhan Portland, Inggris ke Surabaya, Indonesia.
Kedua kapal perang RI tersebut masing-masing diawaki 87 Perwira, Bintara dan Tamtama TNI AL dengan Komandan masing-masing Kol (L) Antonius Widyoutomo di KRI John Lie 358 dan Kol (L) Didong Rio Duta di KRI Usman Harun 359.
Acara penyambutan berlangsung meriah, dengan semangat Merah-Putih HUT RI. Masyarakat Indonesia datang dari, Valencia, Sevilla, Marbella, Malaga dan sekitarnya menyambut kedua kapal perang yang akan memperkuat armada perang TNI AL.
Dubes menyatakan kehadiran kedua kapal perang tersebut merupakan momentum bersejarah sebagai kado untuk HUT ke-69 RI. Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia menghadapi tantangan yang tidak kecil dalam mengamankan perairan, ribuan pulau dan garis pantainya.
Terkait dengan program peningkatan kapasitas personel TNI AL, KBRI Madrid sedang menunggu terwujudnya rencana pemesanan kapal latih (schooling ship) untuk pasukan TNI AL, menggantikan KRI Dewa Ruci (1952) yang sudah waktunya diganti karena tidak memenuhi tuntutan program pelatihan anggota AL yang modern.
"Pemerintah menetapkan akan menggantinya dengan kapal latih yang modern, model tiang tinggi (tall ship) seperti KRI Dewa Ruci, buatan galangan kapal tiang tinggi terbaik di Spanyol," demikian Dubes.

Rabu, 20 Agustus 2014

Helikopter Apache Siap Meriahkan HUT TNI 2014



* Minsera.Blogspot.com * Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengharapkan helikopter-helikopter Apache milik Angkatan Darat Amerika Serikat yang ditugaskan di USARPAC (United Stade Army Pacific) dapat berperan serta pada peringatan Hari Ulang Tahun TNI Oktober mendatang di Surabaya, serta pada latihan bersama Angkatan Darat kedua negara yang dilaksanakan setiap tahun bernama Garuda Shield. Commander of USARPAC General Vincent K Brook menjelaskan, empat helikopter Apache yang berada di USARPAC siap memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun TNI dan ikut serta dalam Garuda Shield Tahun 2014.
Hal itu disampaikan dalam pertemuan antara Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dengan Commander of USARPAC General Vincent K Brooks , Selasa (19/8), di Universitas Pertahanan Indonesia sebelum menyaksikan peresmian Patung Penjaga Perdamaian di kawasan IPSC Sentul Bogor.
Saat ini proses pengadaan helikopter Apache oleh Pemerintah RI masih terus berjalan. Hal itu juga terkait dengan proses penyusunan MoU Indonesia dan Amerika Serikat mengenai keamanan komunikasi dan informasi yang juga sedang berjalan, karena helikopter Apache memiliki kemampuan mengumpulkan data dan informasi saat berada di udara.

Dengan adanya MoU ini maka kepentingan keamanan informasi kedua negara dapat terlindungi. MoU saat ini telah berada pada tahap penyesuaian di para Kepala Staf Angkatan. Menhan berharap MoU ini dapat diselesaikan secepatnya sehingga pengadaan Helikopter Apache bagi TNI dapat segera terwujud sebelum Oktober 2014.
Dalam hubungan kerjasama kedua negara di bidang pendidikan, Menhan menjelaskan bahwa Pemerintah RI berharap dapat terus meningkatkan kemampuan SDM pertahanan melalui berbagai program kerjasama pendidikan. UNHAN saat ini sedang menggagas kerjasama dengan George Washington University (GWU) Amerika Serikat di bidang Pendidikan Diplomasi dan Ilmu Politik.

Menhan berharap gagasannya mengenai sandwich program yang ditawarkan kepada GWU dapat disetujui. Sandwich program adalah program dimana mahasiswa UNHAN yang mengikuti pendidikan tingkat lanjut dapat mengikuti pendidikan pula di GWU sekitar satu tahun dan gelarnya mendapat pengakuan dari GWU.

Sumber: http://dmc.kemhan.go.id/post-helikopter-apache-siap-meriahkan-hut-tni.html

Alat Tempur Indonesia Terbelakang Di Bandingkan Negara ASEAN Lainnya

Kendaraan Lapis Baja Darurat TNI DOM Aceh
* Minsera.Blogspot.comJakarta: Mantan KSAD TNI,Jenderal (Purn) TNI Pramono Edhie Wibowo, mengatakan Alutsista Indonesia termasuk yangpaling terbelakang bahkan di antara beberapa tetangga negara ASEAN.

Ia mengatakan itu sebelum bertolak ke Hamburg,Jerman, untuk
ikut hadir dalam upacara pengiriman pertama (roll out) 52, tank Leoparddari 164 unit yang telah dipesan TNI AD melalui Kementerian Pertahanan tahun 2013 lalu.


AMX Retrofit di PT Pindad
"Selama ini, Indonesia hanya mengandalkan pada tank tempur ringan seperti Scorpion, dan AMX-13.Ketiga jenis tank ringan ini terbilang sudah uzur,"terang Edhie kepada wartawan di Jakarta, Minggu(22/6/2014) pagi.Menurutnya, pembelian 164 unit tank Leopard ini merupakan bagian penting dari penyegaranalutsista yang terahir dilakukan 30 tahun lalu.

Ia menegaskan pembelian ini adalah bagian dari modernisasi alutsista."Penyegaran tersebut diperlukan Indonesia untuk menjamin kedaulatan Negara Kesatuan RepublikIndonesia," tegasnya.

Sekadar informasi, ppacara pengiriman paket pertama tank Leopard akan dilaksanakan di Unterluss, Jerman. Rombongan High Level Committee (HLC) dipimpin Wamenhan, Letjen(Purn) Sjafrie Sjamsoeddin.Adapun pembelian tank Leopard di inisiasi Edhie saat dirinya menjabat sebagai KASAD. Sesuai dengan perjanjian jual beli yang dilakukan pada2013 lalu, Kemenhan memesan 164 tank Leopard jenis main battle tank dan medium tank IFVMarder.

Tank Leopard ini dibeli lengkap beserta amunisi,peluru latihan, dan suku cadang oleh Kemhan dari perusahaan Jerman, Rheinmettal AG, atas persetujuan Pemerintah Jerman.Di sisi lain, Danpusenkav Brigjen TNI Mulyanto mengatakan kehadiran pihaknya di Unterluss adalah untuk melihat langsung persiapan akhir yang meliputi inspeksi teknis dan uji coba unit tank Leopard yang akan dikirim ke Indonesia."Rencananya 26 MBT dan 26 marder ini bisa tiba di Indonesia dalam waktu dekat dan bisa diperagakan pada upacara perayaan hut TNI 5 Oktober mendatang," tutupnya.

Sumber: Metrotvnews.com

32.000 Anggota TNI Diterjunkan Amankan Sidang Putusan MK



* Minsera.Blogspot.comSebanyak 32.000 anggota TNI dikerahkan untuk mengamankan putusan sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) tanggal 22 Agustus mendatang.
Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengatakan, puluhan ribu anggota TNI itu akan disebar diseluruh wilayah Indonesia. Hal itu dikatakan Panglima TNI disela-sela pembukaan Latihan bersama dengan Global Peace Operations Initiative (GPOI) "Capstone Exercise Garuda Canti Dharma" di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Sentul, Kabupaten Bogor, Selasa (19/8/2014).
"Kami sudah siapkan 32.000 prajurit TNI untuk bersiaga di beberapa titik di wilayah Indonesia yang disiapkan untuk mengamankan pasca sidang putusan MK 22 Agustus 2014, nanti," ujarnya.
Selain itu kata Moeldoko, TNI bersama Polri akan bersinergi menjaga keamanan di daerah-daerah di Indonesia."Tidak hanya Jakarta, Saya juga sudah instruksikan agar pemimpin TNI di tingkat daerah bisa mengamankan wilayahnya terutama di objek-objek vital," katanya.
Dia mengatakan sah-sah saja apabila masyarakat menantikan putusan tersebut dengan berbagai cara. Namun, Jenderal bintang empat itu mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga stabilitas keamanan.
"Massa sangat antusias menghadapi situasi ini, mengikuti perkembangan dari sidang MK, itu situasi yang wajar sepanjang dilakukan dengan tertib, it's oke, no problem. Bila massa nanti bertindak anarkis, maka kami akan tindak tegas tanpa pandang bulu," tukasnya.