Saturday, 14 March 2015

Polisi dan Tentara Indonesia di Sandera Pihak Malaysia


* Minsera.Blogspot.comKOTA KINABALU 13 Mac - Polis menahan 17 lelaki warga Indonesia termasuk 10 anggota polis dan empat anggota tentera republik itu kerana dipercayai menceroboh masuk ke sempadan Pulau Sebatik di sini hari ini. Kesemua anggota tentera dan polis bersama tiga orang awam warga Indonesia itu ditahan kira-kira pukul 1 petang. Sumber keselamatan membe­ritahu, anggota tentera dan polis itu berpakaian preman serta membawa senjata api.
“Tujuan anggota tentera dan polis ‘datang’ ke Balai Polis Wallace Bay adalah untuk mengecam seorang suspek kes bunuh anggota tentera republik itu yang ditangkap oleh anggota polis Malaysia pada 10 Mac lalu. Bagaimanapun tindakan mereka ‘memasuki’ negara ini adalah tidak mendapat kebenaran atau melalui saluran yang sah,” katanya kepada Utusan Malaysia di sini hari ini.
Tambah sumber itu, sebahagian daripada mereka masuk menggunakan bot laju, manakala yang lain melalui jalan darat dengan menaiki motosikal.
“Kesemua suspek kini ditahan di Balai Polis Wallace Bay selain merampas lapan laras pistol dan empat laras revolver .38,” katanya.
Sementara itu, Ketua Polis Negara, Tan Sri Khalid Abu Bakar mengesahkan penahanan tersebut.

Source: 
http://www.utusan.com.my/berita/nasional/polis-tentera-indonesia-ditahan-1.69229#sthash.mKc6MvAn.dpuf

Friday, 13 March 2015

Makin Panas...!!! Saab Tawarkan Paket Kekuatan Udara Lengkap Pengganti F-5


* Minsera.Blogspot.comMenghadapi persaingan yang makin keras terkait program penggantian pesawat tempur F-5E Tiger II milik TNI Angkatan Udara, pabrikan pertahanan asal Swedia, Saab, memutuskan bertempur habis-habisan dengan menawarkan sebuah "paket kekuatan udara lengkap".
"Berlawanan dengan apa yang ditawarkan Sukhoi, kami menawarkan paket kekuatan udara lengkap, tidak hanya pesawat. Sukhoi hanya menawarkan pesawat," kata Peter Carlqvist, Wakil Presiden Saab dan Kepala Saab Indonesia, kepada para wartawan Indonesia, termasuk Kompas, di Stockholm, Swedia, Kamis (12/3).
Carlqvist mengaku telah mendengar bahwa TNI AU masih menginginkan pesawat tempur Sukhoi Su-35 karena ingin memiliki kemampuan daya angkut persenjataan yang besar dan daya jelajah yang tinggi. "Kami juga mendengar bahwa mereka juga akan gembira memiliki Gripen, tetapi itu terserah Kementerian Pertahanan dan Presiden (Indonesia) untuk memutuskan," katanya.
Menurut dia, paket terbaru yang ditawarkan Saab saat ini meliputi jet tempur JAS39 Gripen, sistem peringatan dini dan kendali udara (AEW&C) Erieye, sistem tautan data taktis (tactical data link) yang bisa diintegrasikan dengan aset tempur matra lain, ditambah pusat perawatan pesawat dan pusat operasi penerbangan taktis (operation tactical flight center) untuk para pilot. "Karena ini bukan cuma soal pilot bisa lepas landas dan mendarat dengan pesawat itu. Mereka juga perlu tahu apa saja senjata dan sensor yang mereka bawa di pesawat," ujar Carlqvist yang mengatakan, pilot akan dilatih melakukan operasi taktis, tidak sekadar bisa menerbangkan Gripen.
Paket itu juga meliputi berbagai pilihan senjata, termasuk rudal Meteor dan RBS-15. Terkait rudal RBS-15, Saab bahkan sudah menawarkan proses perakitan dilakukan di PT Dirgantara Indonesia di Bandung.
Selain itu, demikian kata Carlqvist, Gripen menawarkan biaya operasi yang jauh lebih murah, yakni 4.700 dollar AS per jam, dibandingkan Sukhoi Su-30 yang mencapai 40.000 dollar AS-49.000 dollar AS per jam. Ia juga mengklaim bahwa biaya operasi Gripen hanya seperempat dibandingkan biaya operasi pesawat Eurofighter Typhoon yang juga menjadi salah satu kandidat pengganti F-5 TNI AU.

Source: http://print.kompas.com/baca/2015/03/13/Saab-Tawarkan-Paket-Kekuatan-Udara-Lengkap-Penggan

Thursday, 12 March 2015

FINNALY..!! TNI dan Kemhan Sepakat Beli Pesawat Sukoi Generasi Kelima


* Minsera.Blogspot.comJAKARTA - TNI bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) sepakat memilih pesawat tempur generasi kelima Sukhoi (Su-35) buatan Rusia, sebagai pengganti pesawat F-5 yang sudah tidak laik terbang.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyampaikan, keputusan pembelian pesawat tempur tersebut melalui proses yang panjang. Prosesnyawa diawali pembicaraan antara Pemerintah Indonesia dengan Rusia dan dilanjutkan antara Kemhan kedua negara tersebut.

“Itu sudah menjadi pilihan bersama antara TNI dengan Kemhan dan sudah menjadi kesepakatan,” ujar Moeldoko usai mengikuti kegiatan TNI Mendengar dengan tema Ketahanan di Bidang Energi dengan Berbagai Permasalahan dan Solusinya di Aula Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (12/3/2015).

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Fuad Basya menambahkan, pesawat tempur Su-35 menjadi pilihan untuk melengkapi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU dalam rangka memperkuat pertahanan udara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, pengadaan pesawat tersebut sudah melewati beberapa tahapan.

“Iya, jadi di TNI itu ada proses namanya Dewan Penentu dan Pengadaan (Wantuada) yang berada diangkatan, kemudian ada Dewan Kebijakan Penentuan Alut dan Alutsista (Wanjaktu) di Mabes TNI. Hasil Wantuada itu dikombinasikan ke Mabes TNI menjadi Wanjaktu agar menjadi interoperabilitas,” jelas Fuad.

Lanjutnya, hasil Wanjaktu kemudian TNI memilih pesawat Sukhoi-35 itulah disepakati. Tahapan berikutnya Kemhan akan menjalankan proses administrasinya.

“Proses itu (pengadaan) tinggal Menhan. Cepat lambatnya tergantung Menhan, sebab proses adminitrasinya di mereka. Kita inginnya secepat mungkin, karena F-5 sudah harus diganti,” terangnya.

Disinggung berapa jumlah pesawat tempur Su-35 akan diadakan pada tahap pertama tersebut, Fuad mengaku belum bisa menyebutkan.

“Saya enggak tahu persis jumlahnya tapi, yang jelas kita akan ganti secara bertahap dan itu sampai 2024 berakkhirnya minimum essential force (MEF) semua itu sudah hadir,” tukasnya.

SU-35 merupakan pesawat tempur terkuat buatan negeri yang dijuluki Beruang Merah. Pesawat bermesin ganda ini dianggap sebagai pesawat generasi kelima, karena kelebihan yang dimilikinya.

Pesawat turunan dari Su-27 ini mampu melakukan manuver yang tidak dimiliki pesawat tempur lainnya seperti, berhenti seketika di udara, mampu terbang cepat di ketinggian dan bisa membawa banyak rudal udara ke udara.

Pesawat dengan tempat duduk tunggal ini juga dilengkapi sistem avionik canggih dan memiliki kecepatan supersonik sekitar mach 1,5 yakni dua kali kecepatan suara dan dianggap mampu melampaui pesawat tempur siluman generasi kelima F-22 Raptor buatan Amerika Serikat.

Sumber: TNI AU 

Farewell Flight Hawk MK53 Indonesian Airforce


* MInsera.Blogspot.comSetelah 35 tahun mengabdi di TNI AU Hawk MK-53, TT 5309 melaksanakan "Farewell Flight" diterbangkan oleh Komandan Skadud 15 Letkol Pnb Marda Sarjono dan Lettu Pnb Kurniadi Sukmo Djatmiko, dengan escort 5 T-50 i Golden Eagle terbang dari Lanud Iswahjudi menuju Lanud Adi Sutjipto, selanjutnya akan ditempatkan di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta. Kamis (12/3/15)

Good Bye Hawk MK53 Indonesian Airforce


* Minsera.Blogspot.comPesawat Hawk MK 53 datang secara bertahap ke Indonesia dari British Aerospace Inggris tanggal 1 September 1980 telah mengakhiri masa pengabdianya setelah 35 tahun menjadi Kekuatan TNI AU. Pada kamis 12/3/15 Hawk MK-53, TT-5309 mendarat di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta dan dinyatakan pensiun dengan prosesi "Farewell Flight" yang sangat mengharukan.

Baru Tiba, Saxon Inggris Tewaskan Tentara Ukraina


* Minsera.Blogspot.comPembelian kendaraan pengangkut personel lapis baja AT105 Saxon bekas oleh Ukraina dari Inggris dielu-elukan sebagai sebuah kekuatan baru militer negara tersebut. Tetapi bukannya melindungi pasukan, kendaraan tersebut justru membawa korban personel militer Ukraina.


20 Saxon tiba di Ukraina bulan lalu dengan rencana 50 unit lain menyusul. Tetapi pada hari Selasa 10 Maret 2015 sebuah kecelakaan terjadi melibatkan dua APC ketika dalam perjalanan dari Kiev ke kota Berezan di wilayah Kiev mengakibatkan kematian seorang tentara Ukraina.
Menurut laporan saksi mata yang dikutip Ria Novosti, kecelakaan bermula ketika satu panser menarik panser yang lain dengan jackknifed tow hitch atau penarik kaku (bukan tali). Tiba-tiba ketika panser depan bergerak ke kiri, panser yang ditarik justru bergerak ke kanan. Hingga panser yang depan tertarik dan masuk parit.Pengemudi panser di depan tewas sementara tidak ada laporan apakah ada penumpang atau driver di panser belakang.
Ukraina membeli 75 Saxon dari sebuah perusahaan Inggris. Berdasarkan laporan yang ada Ukraina harus membayar 50.000 dollar AS per kendaraan. Namun sejumlah analsis menilai sebenarnya kendaraan tersebut cukup rentan. Thomas Newdick di blog populer War is Boring justru menyebut kendaraan itu sebagai “lapis baja roti van” dan menekankan bahwa Saxon sangat rentan dalam pertempuran modern.
Namun sepertinya Ukraina tidak punya pilihan. Karena keterbatasan anggaran mereka harus membeli APC kuno meski justru memunculkan risiko tinggi bagi personelnya yang seharusnya lebih aman dengan kendaraan tersebut.

Thursday, 5 March 2015

Rosoboronexport: Pengiriman Su-35 ke Indonesia Masih Dinegosiasikan


* Minsera.Blogspot.comRosoboronexport dan Indonesia sedang bernegosiasi tentang pengiriman pesawat jet tempur Sukhoi Su-35, demikian disampaikan Wakil CEO Rosoboronexport Sergey Goreslavskiy dalam wawancara bersama RIA Novosti.

"Kami sedang bernegosiasi dengan para pakar Indonesia. Namun, masih terlalu dini untuk membicarakan berapa jumlah jet yang akan dikirimkan dan tanggal penandatanganan kesepakatan," kata Goreslavskiy.
Dalam wawancara tersebut, Goreslavskiy mengingatkan, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Madya TNI Agus Supriatna belum lama ini mengatakan, pesawat tempur Su-35 jet memenuhi spesifikasi untuk melengkapi kekuatan TNI AU. Selain itu, menurut Supriatna, pesawat Sukhoi Su-35 dipilih TNI AU karena perawatan pesawat tersebut lebih mudah dilakukan.

Kabar rencana pembelian pesawat tempur Sukhoi Su-35 oleh Pemerintah Indonesia dari Rusia telah dibicarakan sejak Januari 2014 lalu. Pesawat tersebut rencananya akan digunakan untuk menggantikan F-5 Tiger II yang dinilai sudah ketinggalan zaman.

Saat ini Indonesia memiliki 16 pesawat tempur Su-27SK/SKM dan Su-30 MK/MK2. Hingga 2024, akan ada delapan skuadron yang berisi 16 unit pesawat tipe "Su" per skuadronnya. Kemungkinan skuadron tersebut akan diisi oleh pesawat unggulan saat ini, yakni Su-35.