Friday, 2 August 2013

Anggaran Militer Besar, TNI Kembali Berjaya


* Minsera.Blogspot.com * Di masa akhir pemerintahannya, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) banyak membuat prestasi di bidang pertahanan. Setidaknya SBY
telah mengalokasikan anggaran militer untuk periode 2010-2014 sebesar
Rp 150 triliun.

Walau dinilai masih kecil, namun dengan anggaran itu TNI yang merupakan
kebanggaan Indonesia, kini tidak dipandang remeh lagi oleh negara lain.
Patut kita apresiasi kerja pemerintah untuk bidang pertahanan.
Setelah nyaris mati suri selama 15 tahun, modernisasi alutsista TNI kini
berjalan sangat progresif. Hingga habis masa pemerintahan SBY pada
2014, Kekuatan Pokok Minimum (MEF) yang ditargetkan tercapai sedikitnya
30%.

"Dengan dinamika yang terjadi sekarang, (modernisasi) bisa dipercepat,"
ujar
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.
Menhan pun mencontohkan beberapa rencana yang berjalan justru lebih
cepat dari target. 

Seperti pembelian jet tempur F-16 dari Amerika Serikat ,
dari rencana awal hanya menambah 6 unit F-16 baru baru, namun
realisasinya menjadi 24 pesawat, meskipun bekas pakai. Tidak hanya itu,
AS juga menawarkan 10 F-16 lagi.
"Ini belum, sekarang kita di-offer 10 lagi," terang Purnomo.

Demikian pula dengan airlifter jenis Hercules, yang mulanya belum masuk
rencana 2013, karena rencananya hanya akan diisi dengan pesawat
CN-295 buatan PT Dirgantara Indonesia (DI) yang bekerjasama dengan
Airbus Military. Tetapi kini akan ditambah 10 unit, juga bekas pakai dari
Australia. 

Dengan 34 pesawat F-16 dan 10 Hercules ini, Purnomo yakin
postur kemampuan tempur TNI akan meningkat signifikan.
"Ditambah dengan yang sudah kita punya saat ini, kita akan menjadi amat
kuat," katanya.

Di darat, postur TNI AD juga akan berubah dengan tambahan 100-130 unit
tank Leopard asal Jerman , yang sudah lama diidamkan TNI-AD.
Pengamat militer dan pengajar pada jurusan Hubungan Internasional
Universitas Indonesia
(UI), Andi Widjajanto mengatakan, klaim Purnomo
bukan isapan jempol. "Saya kira percepatan sangat mungkin. Dalam 
Latihan Gabungan (Latgab) TNI lalu,
tampak bahwa kekuatan TNI sudah 40%," puji Andi.

Sekilas Rencana Tambahan Alusista TNI Tahun 2013
Pada 2013, pemerintah sudah dan sedang memperkuat armada TNI dengan
mendatangkan beberapa alutsista. Diantaranya adalah:

1. Helikopter
  • Heli full combat SAR mission
  • Heli angkut
  • Heli serang lengkap (dengan senjata dan amunisi)
  • Heli serbu lengkap
  • Heli AKS dan suku cadang

2. Pesawat
  • 6 Sukhoi Su-30 MK2
  • Pengganti MK-53 dan support
  • CN-295 (pengganti Fokker 27)
  • CN-235 MPA (Patmar)
3. Ranpur
  • MBT Leopard dan ranpur lain (support) juga asal Jerman
  • Panser amfibi BTR 80 A
  • Tank amfibi BMP 3F dan suku cadang
  • Rantis 2,5 ton 4x4
  • Kendaraan angkut amunisi 5 ton
4. Kapal Perang
  • MLM KRI kelas korvet tahap I
  • Kapal bantu hydro-oceanografi
  • Kapal latih (pengganti KRI DWR)


TNI dan Paradox ASEAN

Negara-negara di kawasan Asia tiba-tiba serius memperhatikan
perkembangan di Indonesia, ketika Presiden SBY mengumumkan akan
menghabiskan anggaran pertahanan hingga Rp150 triliun antara
2010-2014.

Andi Widjajanto mengatakan, posisi Indonesia yang semula dipandang
remeh dalam isu alutsista di Asia, kini mulai berubah. Selama ini, Malaysia dan Singapura selalu menjadi pemimpin terdepan dalam hal belanja
alutsista di ASEAN.

Ketegangan di Laut China Selatan akibat adu klaim teritorial dengan
raksasa Asia, China, telah memaksa Filipina dan Vietnam turut mengasah
peralatan tempurnya. 
Vietnam membeli berbagai senjata dari Republik Ceko, Kanada, dan Israel serta kapal selam dari Rusia. Bahkan Vietnam dikabarkan tengah memesan
rudal canggih dari India dan radar anti pesawat siluman dari Belarus .

Sementara Filipina menargetkan pembelian dua kapal sergap baru , dua
helikopter anti kapal selam (AKS) , tiga kapal cepat patroli pantai, ditambah
delapan kendaraan serbu amfibi hingga 2017. Seluruhnya untuk
mempertahankan wilayah Laut Filipina Barat yang diperebutkan dengan
China.

China sendiri, kata Andi, tak usah ditanya. Setelah memamerkan
kegarangan kapal induk Liaoning di perairan Dalian September lalu, China
terus menumpuk perbendaharaan alutsista hingga total belanja melampaui
USD100 miliar untuk pertama kalinya tahun 2012.

Secara keseluruhan, laporan Institut Internasional untuk Strategi Keamanan
(IISS) London menyebutkan, besaran belanja senjata di Asia tahun 2013
meningkat 14% lebih dibanding tahun lalu. Sebaliknya, angka belanja
senjata di 26 negara Eropa terus turun seiring dengan krisis ekonomi yang
belum pulih. 

Asia tengah mengalami lomba senjata , tulis seorang pengamat dalam jurnal IISS. 
Peningkatan signifikan angka belanja senjata sudah muncul tahun 2012,dan menurut IISS, 
belanja alutsista Asia mencapai $287 miliar atau naik kira-kira 8,6% per tahun. 
"Situasi ini tidak bisa dibilang lumrah," kata Andi Widjajanto.

ASEAN tengah menikmati periode damai, dengan tingkat pendapatan
masing-masing negara terus meningkat, dan hubungan antar negara yang
makin matang. Bahkan dalam dua tahun, 2015, sebanyak 10 negara di Asia
tenggara ini akan memasuki babak baru Komunitas ASEAN.
"Ini sebuah paradoks, ASEAN sangat damai tapi belanja senjata malah naik
pesat," kata Andi.

Pencetusnya adalah ketidakpastian di Laut China Selatan yang membuat
beberapa negara ASEAN terlibat langsung dalam konflik ini, seperti Filipina
dan Vietnam.   "Anggota melihat situasi damai justru sebagai kesempatan untuk untuk
mengisi arsenal masing-masing," tambah doktor lulusan Universitas
Pertahanan di Washington ini.

Untunglah tak ada ancaman langsung konflik Laut China Selatan terhadap
Indonesia. "Indonesia itu negara netral. Sepanjang (konflik) itu tidak
menular ke perbatasan kita," kata Menhan Purnomo. Sebaliknya, Indonesia
juga memahami ambisi China yang habis-habisan mendongkrak belanja
senjatanya. Karena itu, kita dukung penguatan alutsista TNI, agar bisa
berbicara di dunia internasional.

Thursday, 1 August 2013

PANGKALAN MILITER AS DI ASIA PASIFIK



* Minsera.Blogspot.com * 
KALIAN BISA LIHAT SENDIRI SIAPA YANG MENJADI SASARAN amerika serikat SELANJUTNYA ..

KAMI WARGA NEGARA INDONESIA SIAP MATI MEMPERTAHANKAN KEDAULATAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA ..

MERDEKA MERDEKA MERDEKA ....!!!!

GILA, AS Akan Perluas Kekuatan Militer di Asia Pasifik


* Minsera.Blogspot.com * Sebuah majalah Amerika melaporkan bahwa Angkatan Udara Amerika Serikat berencana mengirim pesawat jet tempur dan tanker ke Australia bagian utara tahun depan dan berencana mengirim pesawat ke Singapura, Thailand, dan India, serta kemungkinan akan menggunakan markas-markas yang sudah ada di Filipina, dan Malaysia.

MajalahForeign Policymengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi AS untuk meningkatkan secara dramatis keberadaan pertahanan udaranya di kawasan Pasifik dan Asia Tenggara.

Laporan tersebut mengutip komentar kepala USAF Operations di Pasifik, Jenderal Herbert"Hawk" Carlisle, yang dibuat di Washington minggu ini.

Dalam sebuah briefing media pagi, ia dilaporkan berkata bahwa AS akan mengirimkan "(pesawat) tempur, tanker, dan di suatu saat di masa depan, mungkin pengebom, dengan menggunakan sistem rotasi" ke Darwin.
Dilaporkan, Jenderal Carlisle berkata bahwa pesawat akan berangkat ke markas RAAF di Darwin, kemudian dirotasi ke markas RAAF Tindall di dekat Katherine, sekitar 300 kilometer sebelah selatan dari ibu kota Northern Territory.

Ia berkata, USAF tidak berencana membangun banyak infrastruktur di Asia Tenggara untuk mendukung garnisun-garnisun AS permanen alih-alih USAF berencana menggunakan landasan-landasan dan sumber daya militer yang sudah ada di kawasan tersebut. Saat ini, kontingen-kontingen US Marines telah dirotasi di Northern Territory secara tahunan.

Majalah tersebut menyatakan bahwa Jenderal Carlisle berkata USAF akan menggunakan platform-platform paling mumpuni untuk rencana rotasi Pasifik tersebut. Ini bisa jadi termasuk F-22 Raptor, F-35 Joint Strike Fighter,dan B-2 Stealth Bomber dalam jumlah besar.


Sumber: 
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=443700869062630&set=a.358473790918672.78772.358471770918874&type=1&theater

Pesawat Buatan Indonesia Lebih Mahal 50% Karena Dikenai Pajak Barang Mewah



* Minsera.Blogspot.com * BUMN industri penerbangan, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) mengaku harus menjual lebih mahal produknya kepada pihak swasta atau instansi di luar TNI/Polri dalam negeri. Alasannya karena setiap pembelian pesawat dan helikopter buatan PT DI oleh kena Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPn BM).

Peraturan ini membuat instansi pemerintahan di luar TNI/Polri atau perusahaan swasta Tanah Air harus membayar 50% lebih mahal dari harga seharusnya yang dijual PT DI.

"Betul kita ada kelemahan kalau jual di dalam negeri di instansi pemerintahan non TNI/Polri atau ke airlines. Ini ada PPn BM. Ini diatur UU, besarannya 50%," ucap GM Marketing Dirgantara Indonesia Arie Wibowo kepada detikFinance Selasa (30/7/2013).


Misalnya Badan SAR Nasional (Basarnas) memutuskan membeli 2 unit helikopter tipe AS-365N3+ Dauphin ke PT DI. Basarnas wajib membayar PPn BM hingga 50% ketika membeli helikopter ke PT DI, padahal kalau Basarnas membeli helikopter di luar negeri harga jauh lebih terjangkau karena tidak harus membayar pajak barang mewah.

"Kita jual 2 buah heli ke basarnas. Basarnas wajib bayar PPn BM senilai 50% dari harga heli. Itu sama saja bayar 1 heli untuk beli 2 heli. Jadinya Basarnas kalau beli di PTDI mahal," terangnya.

Ia mencontohkan harga pesawat CN295 untuk versi standar dijual US$ 39 juta per unit. Ketika pesawat ini dibeli oleh maskapai dalam negeri, pihak maskapai harus membayar lebih mahal menjadi US$ 58,5 juta per unit karena adanya PPn BM.

Kondisi ini membuat pelanggan asal dalam negeri lebih memilih membeli dari impor atau dari para pemasok produsen pesawat dan helikopter dunia. Padahal secara kualitas pesawat dan helikopter yang dibuat dan dirakit pada pabrik PT DI yang terletak di Bandung Jawa Barat tidak kalah bersaing.

"Misal Lion Air, Sriwijaya beli di PT DI jadi mahal kalau mereka pengadaan pesawat lewat luar negeri mereka nggak dikenakan PPnBM. Ini kontradiksi. Jadi animo beli pesawat di PT DI rendah karena pajak," jelasnya.

Ia pun berharap pemerintah melalui Kementerian Keuangan dapat merevisi pengenaan PPnBM untuk produk-produk strategis karya BUMN Indonesia. Hal ini jika diterapkan bisa meningkatkan daya saing produk PT DI di pasar dalam negeri.

"Jadi kita jual lebih banyak ke luar negeri karena aturan PPnBM. Paling kalau jual ke luar negeri kena PPh saja. Sementara pasar dalam negeri jauh lebih besar daripada luar negeri tapi dengan aturan ini (PPnBM) jadi sulit," tegasnya.


ARE YOU CRAZYY ..
SUDAH JELAS INI PENGKERDILAN BANGSA INDONESIA UNTUK MENJADI BANGSA YANG MAJU ..
SEMOGA ORANG YANG MEMBUAT PERATURAN TERSEBUT TERSADAR DAN MENDAPATKAN GANJARAN YANG SETIMPAL DARI TUHAN TANG MAHA ESA..
SEENGGAKNYA KENA SENTIL SAMA TUHAN


SUMBER
: Detik

Wednesday, 31 July 2013

China Menilai Indonesia Negara Yang Penting dan Strategis


* Minsera.Blogspot.com * Presiden China Xi Jinping menilai Indonesia adalah negara yang penting dan strategis sehingga hubungan kedua negara yang selama ini telah berjalan baik terus dipertahankan dan bahkan akan ditingkatkan di semua sektor.

"China di bawah kepemimpinan baru Presiden Xi menganggap bahwa hubungan kedua negara selama ini sudah berjalan baik dan langkah maju akan terus dilakukan di masa datang," kata Duta Besar China untuk Indonesia Liu Jianchao kepada pers di kediamannya di Jakarta, Selasa.
Dikatakan Liu, Presiden Xi sebenarnya sudah sangat lama mengenal dan pernah beberapa kali berkunjung ke Indonesia, saat dia masih menjabat gubernur Provinsi Fujian.

"Jadi sebenarnya Indonesia bukanlah negara asing bagi Presiden Xi," katanya.

Dikatakan, sekalipun sejak diangkat menjadi presiden baru China menggantikan Hu Jintao sudah berlangsung beberapa bulan lalu dan sampai kini belum berkunjung ke Indonesia, namun Presiden Xi tetap menilai Indonesia sebagai sahabat dan mitra yang penting.

Menurut rencana, kata dubes, Presiden Xi akan hadir dalam KTT APEC di Bali pada Oktober 2013 dan diharapkan dalam kunjungan tersebut bisa melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Salah satu indikasi Indonesia di mata China sangat penting dan strategis, kata dubes, adalah Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam lawatan pertama ke luar negera, negara yang dikunjungi adalah Indonesia.

"Setelah melakukan kunjungan ke Indonesia Menlu Wang Yi juga telah beberapa kalu bertemu dengan Menlu Marty dalam berbagai kesempatan pertemuan di berbagai negara," katanya.
Dubes Liu menilai hubungan bilateral Indonesia-China saat ini berada dalam kondisi yang sangat bagus mengingat hampir semua sektor sudah dikerjasamakan.

"Kerjasama bukan saja untuk tingkat darat, laut dan udara saja tapi untuk ruang angkasa pun kedua negara sudah jalin kerjasama," kata dubes.

Sejak ditandatangani Kemitraan Strategis 2005, kata Liu, sampai sekarang hubungan bilateral tumbuh sangat pesat yang ditandai dengan dilakukannya sejumlah kesepakatan tidak saja soal ekonomi tapi juga militer, politik, senia dan budaya.

"Pokoknya hampir semua bidang sudah dikerjasamakan antara kedua negara dan itu akan terus ditingkatkan," kata Liu.


Sumber: 
Antara

Menhan Dalami Soal Penyadapan Presiden SBY


* Minsera.Blogspot.com * Menteri Pertahanan dan Keamanan, Purnomo Yusgiantoro mengaku belum memahami detil kebenaran kabar yang menyatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat disadap ketika menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Negara-negara G-20 di London, Inggris pada tahun 2009 lalu.

"Kami sedang melakukan pendalaman. Karena itu baru rumor, jadi lebih baik kita 'cooldown' dulu, beritanya dari mana. Kita belum tahu. Kita ingin tahu lebih dulu siapa yang sebar," ujarnya kepada wartawan di sela-sela buka puasa keluarga besar Kementrian Pertahanan di Gendung Kemhan, Jakarta Pusat, Selasa (30/7).

Menurut Purnomo, sebaiknya media jangan terbawa rumor, sebelum mengetahui kebenaran berita tersebut. Pasalnya menurut Purnomo, saat dirinya bersama Presiden SBY melakukan kunjungan di Inggris, justru tak ada media yang menanyakan soal isu tersebut.

"Pada waktu itu kita tinggalnya di Istana Buckingham, dan media sana juga tidak ada yang mempertanyakan itu. Jadi kita masih lakukan pendalaman sekarang itu berita dari mana siapa yang menyampaikan dan itu katanya dari media Australia, saya sendriri baru balik dari Australia dan tidak ada media yang mempertanyakan itu, bahkan waktu itu saya mengadakan press conference itu. Tapi tidak ada pertanyaan soal itu," jelasnya.

Hingga kin kata Purnomo, Kemhan belum bisa menyatakan bahwa penyadapan itu benar-benar terjadi. Kemhan akan berkoordinasi dengan Direktorat Intelijen untuk memastikan pemberitaan tersebut.

Sebelumnya media-media Australia, mengutip Edward Snowden, bekas analis badan intelijen Amerika Serikat (CIA) yang kini melarikan diri ke Rusia, memberitakan bahwa AS dan Inggris menyadap komunikasi Presiden SBY di London. Informasi hasil sadapan itu kemudian dibagi dengan Australia.

Media yang memberitakan adalah kelompok Fairfax Media yang membawahi The Age dan The Sydney Morning Herald.

Australia dalam hal ini hanya menerima keuntungan dari hasil sadapan itu. Sementara yang melakukan penyadapan disebutkan adalah intelijen AS dan Inggris.


Sumber: 
 BeritaSatu

Tuesday, 30 July 2013

Makin Hot : Timbalan Menhan Malaysia, Indonesia Punya 2 Kapal Selam Rusia


* Minsera.Blogspot.com * Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) memerlukan sekurang-kurangnya enam buah kapal selam bagi membentuk angkatan yang berupaya mengawal sempadan maritim negara secara berkesan.
 
Timbalan Menteri Pertahanan, Datuk Abdul Rahim Bakri berkata, aset pertahanan itu penting kerana kedudukan Malaysia di kawasan tengah Asia Tenggara terdedah dengan konflik bilateral dengan negara-negara jiran termasuk isu Kepulauan Spratly.

Menurut beliau, angkatan kapal selam tersebut juga diperlukan untuk membuat rondaan di Zon Ekonomi Eksklusif (EEZ) negara seluas kira-kira 600 kilometer persegi yang kaya dengan hasil perikanan, minyak dan gas dianggarkan bernilai trilion ringgit.

"Walaupun Singapura tidak mempunyai sempadan perairan yang besar, negara itu mempunyai enam buah kapal selam dan beberapa aset tempur udara yang canggih. 

"Baru-baru ini, Vietnam juga bercadang membeli enam buah kapal selam dan Indonesia telah memiliki dua buah kapal selam yang dibekalkan Rusia," katanya ketika menggulung perbahasan titah ucapan Yang di-Pertuan Agong di Dewan Negara hari ini.

Terdahulu, Senator Abdul Rahman Bakar bangkit mencelah meminta Kementerian Pertahanan menjelaskan tentang keperluan untuk menambah bilangan kapal selam bagi mengawal perairan negara.

Dalam perkembangan sama, Abdul Rahim menafikan dakwaan pihak tertentu kononnya dua buah kapal selam jenis Scorpene yang dibeli kerajaan tidak berfungsi, sebaliknya KD Tunku Abdul Rahman dan KD Tun Abdul Razak turut membuat rondaan di EEZ negara.
Sementara itu, beliau memberitahu, kerajaan sedang mempertimbangkan pembelian peralatan canggih seperti Nationwide Automatic Identification System (NAIS) dan alat pandang malam untuk digunakan di Kawasan Keselamatan Khas Pantai Timur Sabah (ESSCOM).


Sumber: 
 Utusan