Thursday, 12 March 2015

Good Bye Hawk MK53 Indonesian Airforce


* Minsera.Blogspot.comPesawat Hawk MK 53 datang secara bertahap ke Indonesia dari British Aerospace Inggris tanggal 1 September 1980 telah mengakhiri masa pengabdianya setelah 35 tahun menjadi Kekuatan TNI AU. Pada kamis 12/3/15 Hawk MK-53, TT-5309 mendarat di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta dan dinyatakan pensiun dengan prosesi "Farewell Flight" yang sangat mengharukan.

Baru Tiba, Saxon Inggris Tewaskan Tentara Ukraina


* Minsera.Blogspot.comPembelian kendaraan pengangkut personel lapis baja AT105 Saxon bekas oleh Ukraina dari Inggris dielu-elukan sebagai sebuah kekuatan baru militer negara tersebut. Tetapi bukannya melindungi pasukan, kendaraan tersebut justru membawa korban personel militer Ukraina.


20 Saxon tiba di Ukraina bulan lalu dengan rencana 50 unit lain menyusul. Tetapi pada hari Selasa 10 Maret 2015 sebuah kecelakaan terjadi melibatkan dua APC ketika dalam perjalanan dari Kiev ke kota Berezan di wilayah Kiev mengakibatkan kematian seorang tentara Ukraina.
Menurut laporan saksi mata yang dikutip Ria Novosti, kecelakaan bermula ketika satu panser menarik panser yang lain dengan jackknifed tow hitch atau penarik kaku (bukan tali). Tiba-tiba ketika panser depan bergerak ke kiri, panser yang ditarik justru bergerak ke kanan. Hingga panser yang depan tertarik dan masuk parit.Pengemudi panser di depan tewas sementara tidak ada laporan apakah ada penumpang atau driver di panser belakang.
Ukraina membeli 75 Saxon dari sebuah perusahaan Inggris. Berdasarkan laporan yang ada Ukraina harus membayar 50.000 dollar AS per kendaraan. Namun sejumlah analsis menilai sebenarnya kendaraan tersebut cukup rentan. Thomas Newdick di blog populer War is Boring justru menyebut kendaraan itu sebagai “lapis baja roti van” dan menekankan bahwa Saxon sangat rentan dalam pertempuran modern.
Namun sepertinya Ukraina tidak punya pilihan. Karena keterbatasan anggaran mereka harus membeli APC kuno meski justru memunculkan risiko tinggi bagi personelnya yang seharusnya lebih aman dengan kendaraan tersebut.

Thursday, 5 March 2015

Rosoboronexport: Pengiriman Su-35 ke Indonesia Masih Dinegosiasikan


* Minsera.Blogspot.comRosoboronexport dan Indonesia sedang bernegosiasi tentang pengiriman pesawat jet tempur Sukhoi Su-35, demikian disampaikan Wakil CEO Rosoboronexport Sergey Goreslavskiy dalam wawancara bersama RIA Novosti.

"Kami sedang bernegosiasi dengan para pakar Indonesia. Namun, masih terlalu dini untuk membicarakan berapa jumlah jet yang akan dikirimkan dan tanggal penandatanganan kesepakatan," kata Goreslavskiy.
Dalam wawancara tersebut, Goreslavskiy mengingatkan, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Madya TNI Agus Supriatna belum lama ini mengatakan, pesawat tempur Su-35 jet memenuhi spesifikasi untuk melengkapi kekuatan TNI AU. Selain itu, menurut Supriatna, pesawat Sukhoi Su-35 dipilih TNI AU karena perawatan pesawat tersebut lebih mudah dilakukan.

Kabar rencana pembelian pesawat tempur Sukhoi Su-35 oleh Pemerintah Indonesia dari Rusia telah dibicarakan sejak Januari 2014 lalu. Pesawat tersebut rencananya akan digunakan untuk menggantikan F-5 Tiger II yang dinilai sudah ketinggalan zaman.

Saat ini Indonesia memiliki 16 pesawat tempur Su-27SK/SKM dan Su-30 MK/MK2. Hingga 2024, akan ada delapan skuadron yang berisi 16 unit pesawat tipe "Su" per skuadronnya. Kemungkinan skuadron tersebut akan diisi oleh pesawat unggulan saat ini, yakni Su-35.

Wednesday, 4 March 2015

Australian Death Row Inmates Sukumaran and Chan arrive on Cilacap, Indonesia.

Tuesday, 3 March 2015

Selamat dari Maut karena Merah Putih "Kisah sang Sniper Tatang Koswara"


* Minsera.Blogspot.comSebuah koper tergeletak di dekat pintu ruang tamu. Tak jauh dari sana, terlihat sejumlah foto Tatang berseragam lengkap dan sejumlah plakat penghargaan. Di depannya, terlihat hiasan berupa bagian senjata yang ditambahkan pemanis baret hijau TNI AD.

Siapa pun yang datang bisa langsung mengenal siapa sang pemilik rumah dari ruang tamu sederhana ini. Sebagai seorang sniper, kehidupan Tatang sangat dekat dengan senjata. Padahal, dulu, ia tidak sengaja nyemplung di dunia militer.
"Ayah saya memang seorang tentara. Tapi, saya (awalnya) tidak berniat untuk menjadi tentara," ucap Tatang di kediamannya di lingkungan kompleks TNI AU, Cibaduyut, Bandung, Senin (2/3/2015).
Namun, nasib berkata lain. Saat itu, tepatnya pada tahun 1967, Tatang disuruh ibunya mengantar sang adik untuk mendaftar menjadi anggota TNI. Saat melakukan tes, dia bertemu dengan sejumlah perwira Dandim di Banten yang mengenalnya. Tatang pun ditanya kenapa tidak ikut daftar.
"Saya kenal dengan perwira Dandim karena sebelumnya juara sepak bola. Karena juara sepak bola itu juga dan beberapa prestasi lainnya, saya diminta para perwira Dandim untuk daftar jadi anggota TNI," ujar Tatang.
Setelah pulang ke rumah, Tatang remaja sempat bingung. Hingga keesokan harinya, dia menyiapkan semua persyaratan dan mendaftarkan diri lewat jalur tamtama.
Sesuai dugaan, Tatang lulus, sedangkan adiknya harus mencoba tahun depan untuk bergabung ke TNI AD.
Berprestasi Selama di dunia militer, Tatang mendapat sorotan dari atasannya. Pengalamannya hidup di kampung membuat pelajaran militer menjadi hal yang tak sulit baginya, baik dalam hal fisik, berenang, maupun menembak.

Hingga tahun 1974-1975, Tatang bersama tujuh rekannya terpilih masuk program mobile training teams (MTT) yang dipimpin pelatih dari Green Berets Amerika Serikat, Kapten Conway.
"Tahun itu, Indonesia belum memiliki antiteror dan sniper. Muncullah ide dari perwira TNI untuk melatih jagoan tembak dari empat kesatuan, yakni Kopassus (AD), Marinir (AL), Paskhas (AU), dan Brimob (Polri). Namun, sebagai langkah awal, akhirnya hanya diikuti TNI AD," imbuhnya.
Dalam praktiknya, Kopassus pun kesulitan memenuhi kuota yang ada. Setelah seleksi fisik dan kemampuan, dari kebutuhan 60 orang, Kopassus hanya mampu memenuhi 50 kursi.
Untuk memenuhi kekosongan 10 kursi, Tatang dan tujuh temannya dilibatkan menjadi peserta. Tatang dan 59 anggota TNI AD dilatih Kapten Conway sekitar dua tahun. Mereka dilatih menembak jitu pada jarak 300, 600, dan 900 meter. Tak hanya itu, mereka juga dilatih bertempur melawan penyusup, sniper, kamuflase, melacak jejak, dan menghilangkannya.
Dari dua tahun masa pelatihan, hanya 17 dari 60 orang yang lulus dan mendapat senjata Winchester model 70.
Seperti dikutip majalah Angkasa dan Shooting Times, Winchester 70 yang disebut "Bolt-action Rifle of the Century" ini juga digunakan sniper legendaris Marinir AS, Carlos Hathcock, saat perang Vietnam. Senjata ini memiliki keakuratan sasaran hingga 900 meter.
Rupanya senjata dan ilmu yang diperoleh dari pasukan elite Amerika Serikat ini membantu Tatang dalam pertempuran. Sebab, setelah itu, Tatang ditarik Kolonel Edi Sudrajat, Komandan Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdiktif) Cimahi, menjadi pengawal pribadi sekaligus sniper saat terjun ke medan perang di Timor Timur (1977-1978).
Ada dua tugas rahasia yang disematkan pada dua sniper saat itu (Tatang dan Ginting). Pertama, melumpuhkan empat kekuatan musuh, yaitu sniper, komandan, pemegang radio, dan anggota pembawa senjata otomatis. Kedua, menjadi intelijen. Intinya masuk ke jantung pertahanan, melihat kondisi medan, dan melaporkannya ke atasan yang menyusun strategi perang. Bahkan, ada kalanya sniper ditugaskan untuk mengacaukan pertahanan lawan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi jatuhnya korban.
"Lawan kita itu Pasukan Fretilin yang tahu persis medan di Timtim. Mereka pun punya kemampuan gerilya yang hebat, makanya Indonesia menurunkan sniper untuk mengurangi jumlah korban," ujarnya.
Pada suatu hari, Tatang ditugaskan masuk ke jantung pertahanan lawan. Tanpa disadari, Tatang berada di tengah kepungan lawan. Ada 30 orang bersenjata lengkap di sekelilingnya. Tatang terperangkap dan tak bisa bergerak sama sekali. Dalam pikirannya hanya ada satu bayangan, kematian. Namun, sebelum mati, ia harus membunuh komandannya terlebih dahulu.
"Posisi komandannya sudah saya kunci dari pukul 10.00 WIB. Tapi, saya juga ingin selamat, makanya saya menunggu saat yang tepat. Hingga pukul 17.00 WIB, komandan itu pergi ke bawah dan saya tembak kepalanya," tuturnya.
Namun, ternyata, di bawah jumlah pasukan tak kalah banyak. Tatang dihujani peluru dan terkena dua pantulan peluru yang sebelumnya mengenai pohon.
"Darah mengalir deras hingga sudah sangat lengket. Tapi, saya tidak bergerak karena itu akan memicu lawan menembakkan senjatanya," ucapnya.
Tatang baru bisa bergerak malam hari. Ia mencoba mengikatkan tali bambu di kakinya. Dengan bantuan gunting kuku, dia mencongkel dua peluru yang bersarang di betisnya. Namun, darah tak juga berhenti mengalir. Ia pun melepas syal merah putih tempat menyimpan foto keluarga. Sambil berdoa, dia mengikatkan syal tersebut di kakinya.
"Saya memiliki prinsip, hidup mati bersama keluarga, minimal foto keluarga. Saya pun berdoa diberi keselamatan agar bisa melihat anak keempat saya yang masih dalam kandungan, lalu mengikatkan syal merah putih. Ternyata, darah berhenti mengalir. Merah putih menjadi penolong saya," ungkapnya.
Selama empat kali masuk ke medan perang, Tatang mengatakan, pelurunya telah membunuh 80 orang. Bahkan, dalam aksi pertamanya, dari 50 peluru, 49 peluru berhasil menghujam musuh.
Satu peluru sengaja disisakannya. Ini untuk memenuhi prinsip seorang sniper yang pantang menyerah. Sebagai seorang sniper, dalam keadaan terdesak, dia akan membunuh dirinya sendiri dengan satu peluru tersebut.
Lewat kelihaiannya itulah, Tatang didaulat menjadi salah satu sniper terbaik dunia, seperti dituliskan dalam buku yang ditulis Brookesmith itu. Tatang mencetak rekor 41 di bawah Philip G Morgan (5 TH SFG (A) MACV-SOG) dengan rekor 53 dan Tom Ferran (USMC) dengan rekor 41. Tatang memperoleh rekor tersebut dalam perang di Timor Timur pada 1977-1978.

Innalillahiwainnailaihirojiun Legenda Sniper Indonesia (Tatang Koswara) Tutup Usia


* Minsera.Blogspot.com(Tatang Koswara) tutup usia pada 68 tahun karena serangan jantung pada hari selasa pada Selasa, 3 Maret 2015 pukul 19.30WIB. Beliau meninggal setelah menjadi bintang tamu progam Hitam Putih Trans7.Presenter Hitam Putih, Deddy Corbuzier dalam cuitan di akun Twitternya @corbuzier menuliskan, Tatang meninggal setelah menceritakan perjuangannya sebagai sniper terbaik dunia.
“Sebelum meninggal beliau berkata pada saya:”darahku di merah putih’ sejenak stlh itu beliau terkena serangan jantung.

Di laman Detikcom yang juga mewawancarainya sebelum jatuh pingsan menuliskan, Tatang sempat berujar, “sepertinya saya jantungnya terganggu nih Pak.” Sekitar 30 menit berselang ia pingsan dan dilarikan ke RS Medistra, tak jauh dari kantor Transcorps. Ia kritis dan kemudian meninggal.
Semoga amal ibadah beliau diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa.. Aamiin. Dan terimakasih atas jasa bapak dalam mengabdi kepada ibu pertiwi ini. Hormat kami seluruh Rakyat Indonesia.

Sunday, 22 February 2015

Aceh People Broken Heart About Tony Abbot "Cuap Cuap"


* Minsera.Blogspot.comPernyataan Perdana Menteri Australia, Tony Abbott, soal bantuan tsunami, rupanya menimbulkan reaksi beragam dari berbagai kalangan di Aceh. Sejak dua hari lalu, sejumlah masyarakat dan organisasi masyarakat di Aceh melakukan aksi mengumpulkan koin untuk Australia.


Sejumlah orang menilai, Australia tidak ikhlas membantu ketika Aceh dilanda musibah tsunami. Pengumpulan koin ini pun karena tersinggung dengan pernyataan pemimpin Negeri Kanguru. Masyarakat Aceh memberi hastag #KoinUntukAustralia, #Koin4Australia.

“Kami kumpulkan koin, bila perlu kita akan kembalikan uang Australia yang sudah diberi ke kita. Saya rasa seluruh masyarakat Aceh juga berpendapat sama,” ujar Intan, warga Aceh Utara, kepadaVIVA.co.id, Sabtu, 21 Februari 2015.

Namun, aksi ini sempat mendapat kritikan dari mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Melalui akun Facebooknya, ia memberi komentar terhadap aksi tersebut. 

“Bantuan orang dengan senang hati kita terima, bahkan toh lom?(ada lagi?) Tapi, begitu orang salah omong sedikit kita langsung meradang tanpa kontrol,” tulis Irwandi.

Sejumlah orang berpendapat sama dengan mantan Gubernur Aceh itu. Namun, tidak sedikit juga yang tetap menyayangkan pernyataan Tony Abbott, yang menghubungkan bantuan tsunami 2004 silam dengan rencana hukuman mati duo Bali Nine. (one)

Cara pengiriman melalui surat yang di sertakan uang receh, yang ditujukan langsung ke PM tony abboT melalui dubes asutralia di Jakarta dengan cara sebagai berikut:
Mr. Tony Abbott,
Saya – tulis nama anda-, seorang rakyat indonesia,TERSINGGUNG atas ucapan anda yang mengkaitkan upaya penegakan hukum positif Indonesia dengan bantuan Australia semasa bencana Tsunami yang melanda Aceh 2004.


Karena itu, dengan surat ini sa
ya mengembalikan sebagian bantuan yang sudah anda berikan. Lebih baik, dimasa depan, Andatidak usah lagimemberikan bantuan apa apa kepada kami jika pada akhirnya anda mengungkit-ungkitnya. Kami adalah negara yang berdaulat, mohon camkan itu.

Kotamu, Tanggal anda menulis surat
– Tulis nama anda-
Dikirim dengan Alamat Dubes australia di Jakarta dengan judul surat Alamat:
Mr. Tony Abbott / PM Australia
d/a Kedutaan Besar Australia
Jalan H.R. Rasuna Said Kav C 15-16,
Jakarta Selatan 12940

Source/Sumber :http://www.militer.or.id/kirim-koin-refund-sumbangan-australia-ke-kedubes-australia