Thursday, 14 November 2013

Timnas Pelajar U-18 Indonesia Melaju ke Final Piala Pelajar Asia


* Minsera.Blogspot.comMeski sempat diragukan, dan sempat tersendat-sendat di babak grup, timnas pelajar U-18 Indonesia akhirnya berhasil melaju ke final Piala Pelajar Asia U-18 ke 41 yang digelar di Thailand. Dalam babak semifinal, anak asuh Carlos De Mello ini berhasil menjungkalkan salah satu kandidat juara China dengan skor 4-3.

Dalam pertandingan yang digelar di Mae Fah Luang University, Indonesia sempat tertinggal 1-2 hingga pertengahan babak. Namun di babak kedua, Terens Owang dkk berhasil membalikkan keadaan hingga kemudian unggul 4-3. Di babak final yang akan digelar Jumat (15/11) mendatang, Indonesia akan berhadapan dengan Korea Selatan, yang sebelumnya menyingkirkan tuan rumah Thailand dengan skor 2-0.

Timnas pelajar Indonesia sebelumnya memang diragukan bisa tampil maksimal. Selain persiapan yang hampir tidak banyak dikupas media, di babak grup Indonesia juga sempat dihajar Thailand 0-4. Indonesia akhirnya lolos ke semifinal setelah berhasil menjadi runner up grup, menyingkirkan Malaysia. Dalam babak grup, setelah dikalahkan Thailand, Indonesia kemudian bermain imbang melawan Sri Lanka, dan kemudian menang melawan Hong Kong. Timnas Indonesia sendiri di awal kompetisi juga berhasil mengalahkan Malaysia. Dengan demikian Indonesia akhirnya mendampingi Thailand yang keluar sebagai juara grup A.

Pencapaian timnas pelajar U-18 kali ini merupakan pencapaian terbaik semenjak terakhir kali timnas pelajar Indonesia berhasil meraih gelar juara di tahun 1985, yang ketika itu digelar di stadion Utama, Senayan Jakarta. Saat itu, timnas asuhan trio pelatih Omo Suratmo, Maryoto, dan Bukhard Pape berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Thailand dengan skor 2-0.

Dengan menghadapi Korea Selatan, ini merupakan ulangan babak penyisihan grup dalam Piala Pelajar Asia ke 40 yang tahun lalu digelar di Iran. Saat itu, timnas yang diasuh Indra Sjafrie harus mengakui keunggulan Korea Selatan dengan skor 2-0, dan Indonesia pun gagal melaju ke babak semifinal. Semoga saja Terens Owang dkk kali ini bisa membalaskan dendam Sabeq Fahmi dkk.

Good luck timnas U-18

Tuesday, 12 November 2013

MEF Tahap 2 ada Chinnok Untuk TNI AD


* Minsera.Blogspot.com * Panglima TNI, Jenderal Moeldoko, mengungkakan bahwa pihaknya berencana akan menambah jumlah Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista), termasuk sejumlah helikopter.

"Kami akan hadirkan 12 helikopter Fennec dari Prancis, lalu helikopter serangnya ada Apache, minimum 6," ujar Moeldoko, Senin 11 November 2013.

Selain dua jenis helikopter itu, Moeldoko mengungkapkan keinginan untuk mendatangkan helikopter Chinook. "Ke depan, mungkin Chinook untuk memindahkan personel di perbatasan khususnya, kita sangat membutuhkan," jelasnya.


Namun, dia mengakui bahwa keinginannya untuk mendatangkan Chinook masih belum dikomunikasikan dengan pihak DPR. Menurutnya, pihaknya dengan DPR hanya baru menyetujui pembicaraan mengenai Apache, helikopter serang andalan tentara Amerika Serikat.

Moeldoko berharap agar rencananya untuk menghadirkan helikopter Chinook bisa segera terwujud. Karena, menurutnya hal tersebut dirasakan cukup penting. "Mudah-mudahan tahun 2015 bisa dianggarkan, karena tidak terlalu mahal," tuturnya.

Saturday, 9 November 2013

Situs Intelijen Australia Berhasil di Rontokan Malam Ini


* Minsera.Blogspot.com * Ancaman hacker Indonesia yang akan membombardir situs pemerintah Australia ternyata bukan isapan jempol. Seperti sudah dikobarkan sebelumnya, peretas Indonesia menggempur habis-habisan situs penting pemerintah Australia, di antaranya situs intelijen yang down 100 persen hanya dalam hitungan jam saja.

Situs Badan Intelijen Australia atau Australian Intelligence Service yang beralamat di www.asis.gov.au sudah tidak bisa dibuka. Dan jika kita melihat status situs ini, dinyatakan bahwa situs vital keamanan Australia itu 100% down atau mati total.

Menurut Indonesia ICT Institute, memang sempat beberapa hacker kebingungan soal sasaran apa yang akan dituju. Jika sebelumnya begitu banyak situs yang diganti tampilannya alias di deface, nampaknya malam ini serangan fokus ke situs yang berpengaruh.

Apalagi, banyak pihak mengatakan bahwa situs yang diretas sebelumnya tidak berkualitas, padahal hacker Indonesia saat ini diakui kualitasnya sebagai peretas nomor satu di dunia. Selain situs www.asis.gov.au, ada situs intelijen lain yang sempat disasar, tapi kemudian akhirnya mengarah ke situs ini.

Situs www.asis.gov.au yang diserang hacker-hacker Indonesia ini terlihat sempat pingsan sebelum akhirnya mati total. Situs yang dibuat down oleh para peretas Indonesia sesekali hidup kembali.

Kondisi situs ini bisa dilihat di status.ws untuk mengetahui situs-situs apa saja yang down dan terlihat situs vital Australia ini beberapa kali down, sampai terlihat bahwa situs ini tidak bisa dibuka.

Serangan terhadap situs penting Australia diprediksi masih akan berlanjut hingga keesokan harinya. Serangan dari hacker Indonesia merupakan pembalasan atas penyadapan yang dilakukan pemerintah Australia terhadap jaringan internet Indonesia.

Friday, 8 November 2013

Dua Pesawat Tempur Baru Mendarat di Balikpapan


* Minsera.Blogspot.comCuaca yang cerah dan angin yang menghembus dengan pelan dan dengan kebisingan take off dan landing pesawat di Bandara Udara Sepinggan, Balikpapan, dari kejauhan terlihat warna kuning menyala Dua buah Pesawat Tempur yang beratraksi di atas Bandara Udara Sepinggan Balikpapan yang disaksikan oleh pendukung operasi penerbangan Lanud Balikpapan. 

Untuk menyambut datangnya Pesawat T.50.I yang merupakan program Pemerintah Indonesia tahapan ke-4 untuk pembelian pesawat T.50.I, pada pukul 12.00 Wita Pesawat T.50.I mulai Landing diBase Off Lanud Balikpapan dengan mendarat aman dan terkendali dan dengan dukungan cuaca yang sangat cerah dan terik.

Pesawat T.50.I langsung memposisikan menghadap kesebelah utara dari Base Off Lanud Balikpapan yang dikomando dan diarahkan oleh Crew dari Pesawat T.50.I dan tepat pukul 12.15 Wita Pesawat T.50.I tersebut sudah parkir di Base Off Lanud Balikpapan. Para Capten Pilot yang mengawaki Pesawat T.50.I. TT.5007. Capt.Dongkyu Lee dan Nam Ki Eun dan Pesawat T.50.I TT.5008 Capt.Kahng Cheol dan Lee Jin Ho yang sudah melaksanakan route dari Korea Selatan – Taiwan – Fhilipina – Balikpapns - IWY/ron.

Para Pilot Pesawat T.50.I tersebut langsung disambut oleh Kadisops Lanud Balikpapn Mayor.Lek.Hari Budi Utomo.ST, Kaintel Lanud Balikpapan dan Dansat POM-AU Lanud Balikpapan, dan langsung mengajaknya ke VIV-Room Base Off Lanud Balikpapan untuk beristirahat sejenak dan berkordinasi.

Selama kurang lebih dua jam di VIV Room Base Off Lanud Balikpapn Para Pilot Pesawat T.50.I dengan Kadisops Lanud Balikpapan, Kaintel Lanud Balikpapn, Dansat POM-AU Lanud Balikpapn, selesai berkordinasi mengenai cuaca dan kesiapan Pesawatnya, Para Pilot T.50.I kembali memposisikannya kembali kepesawatnya yang sudah diseting dari awal untuk melanjutkan routenya ke Pangkalan IWY Mediun, karena masih menempuh jarak sekitar 1 jam 15 menit.

Setelah persiapan beberapa menit Pesawat T.50.I mulai menghembuskan gemuruh suaranya yang terdengar sangat nyaring dan langsung pelan-pelan mendekati taxiway Bandara Udara Sepinggan Balikpapn untuk take off, tepat pukul 15.20 Wita Pesawat T.50.I take off menuju route berikutnya Pangkalan Udara IWY/ Mediun, yang disaksikan oleh Kadisops Lanud Balikpapan Mayor.Lek Hari Budi Utomo. ST, Kaintel Lanud Balikpapan, Dansat POM-AU Lanud Balikpapan dan para pendukung operasi penerbangan Lanud Balikpapan aman terkendali.

PT PAL mendapat lisensi untuk memproduksi 20 unit SIGMA 10514


* Minsera.Blogspot.com * Rabu (06/11), Komite Kebijakan Industri Pertahanan kembali melakukan sidang. Namun yang istimewa, kali ini sidang lebih terfokuskan kepada matra laut. Bukan tanpa alasan, karena memang sejak 1-2 tahun terakhir PT.PAL seolah kebanjiiran order pembuatan Kapal Perang dari kementrian pertahanan. Daftarnya dimulai dari Kapal Cepat Rudal, Perusak Kawal Rudal, Kapal Selam, hingga kapal tunda.
Wakil Menteri Pertahanan sendiri telah 6 kali melakukan observasi ke PT.PAL untuk meninjau kesiapan BUMN itu menerima berbagai macam proyek. Proyek-proyek tersebut antara lain, pembuatan Strategic Sealift Vessel pesanan Filipina, Produksi PKR, Upgrade korvet kelas Fatahillah, serta overhaul kapal selam. Menurut Wamenhan, Sjafrie Sjamsoeddin, semua proyek tersebut dibuat dalam manajemen terpisah sehingga tidak overlapping satu sama lain, namun tetap diawasi KKIP. Menteri BUMN, Dahlan Iskan pun menambahkan, untuk proyek-proyek tersebut pihaknya akan meminta Bank BUMN menyediakan pendanaannya.

Disisi lain, Kepala TNI-AL Laksamana Marsetio mengungkapkan, pihaknya membutuhkan setidaknya 12 unit Kapal Selam serta 20 buah kapal perang sekelas Fregat untuk mengamankan perairan Indonesia. Ia berharap, sebagian besar kebutuhan itu bisa diproduksi oleh PT.PAL. Khusus untuk kapal selam, KSAL menambahkan pembuatannya memakan waktu cukup lama. Untuk kapal pertama dibutuhkan setidaknya 50 bulan, jadi sekitar tahun 2017 nanti kapal selam baru diterima. Namun untuk kapal ke-2 dan ke-3 hanya dibutuhkan rentang waktu 6 bulan.
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro juga menambahkan pihaknya tetap komitmen terhadap kemandirian industri dalam negeri. Sekalipun ada pembelian atau hibah, itu pun belum bisa menutupi kebutuhan TNI-AL, seperti soal hibah Kapal Selam dari Russia. Soal hibah kapal selam ini, Kemenhan masih menunggu surat resmi penawaran hibah dari Russia.
Sementara itu, pihak PT.PAL yang ditemui ARC seusai sidang menyatakan semua program berjalan sesuai waktu yang ditentukan. Untuk Kapal Cepat Rudal misalnya, dijadwalkan akan Sea Trial pada bulan Desember 2013. Namun KCR-60 ini dipastikan belum menggotong persenjataan maupun SEWACO. Pasalnya, senjata dan SEWACO-nya masih dalam tahap pengadaan, jadi untuk sementara KCR-60 akan menggunakan persenjataan yang ada di inventory TNI-AL. PT.PAL sendiri mengajukan untuk senjata utama menggunakan meriam 57 milimeter, sementara untuk rudal-nya diserahkan ke pihak TNI-AL yang mengajukan pembelian. PT.PAL kemudian yang akan mengintegerasikan senjata dan sensor-sensornya ke Platform yang telah dibuat.
Lalu pada Januari 2014, akan dilakukan pemotongan modul pertama SIGMA PKR 10514 di PT.PAL. Seperti diketahui, PT.PAL kebagian mengerjakan 4 dari 6 modul SIGMA PKR 10514. 2 modul sisa yang dikerjakan oleh DSNS Rumania dan Belanda akan dikerjakan pada bulan Mei dan Juni 2014. Kemudian pada Februari dan Juni 2015, Modul dari Rumania dan Belanda akan dikirim ke Surabaya untuk diintegerasikan. ARC juga mendapat penjelasan, pada PKR yang kedua nanti, PT.PAL akan kebagian mengerjakan 5 modul. Selain itu PT. PAL juga memastikan, pihaknya mendapat lisensi untuk 20 buah kapal. Lisensi ini tidak mengharuskan PT.PAL membayar royalti jika untuk kebutuhan dalam negeri.
Khusus untuk produksi Kapal Selam, saat ini masih dilakukan berbagai pembahasan mengenai pembangunan sarana dan pra sarananya. Namun, ARC sendiri telah mendapatkan data mengenai status proyek serta spesfikasi teknis dari Kapal Selam DSME 209 serta PKR Sigma 10514.

Sumber: 
http://arc.web.id/berita/585-pt-pal-dan-pemenuhan-alutsista-tni-al.html

Tuesday, 5 November 2013

Pelajaran dan Bukti Kehebatan Dari Kapal Selam U209/1300 Milik TNI AL Di Laut Mediterania


* Minsera.Blogspot.comSampai periode awal tahun 90-an, 
TNI-AL masih cukup membanggakan bila dilihat dari arsenal tempurnya, 
salah satu indikatornya hingga masa itu hanya Indonesia satu-satunya
negara di Asia Tenggara yang memiliki armada kapal selam.

Dominasi armada kapal selam Indonesia di kawasan Asia
Tenggara telah dimulai sejak eratahun 60-an, dimana saat itu TNI-
AL mengoperasikan 12 unit kapalselam kelas Whiskey buatan Rusia.

Tapi lain dulu lain sekarang, dominasi Indonesia dalam armada
kapal selam telah tumbang, pasalnya Singapura dan Malaysia
kini sudah mempunyai armada kapal selam dalam jumlah yang
jauh lebih banyak dari yang dimiliki TNI-AL. Singapura negeri
super kecil ini justru telah punya 4 unit kapal selam kelas Sjoormen
buatan Swedia, sedang Malaysia kini juga memiliki 2 unit kapal 
selam kelas Scorpene buatan Prancis.



Meski tak lagi jadi ”pemain” yang dominan di kawasan Asia
Tenggara, kekuatan armada kapal selam TNI-AL masih cukup
disegani, walau hanya memiliki 2 unit kapal selam saja. Tumpuan
TNI-AL yakni kapal selam dari type 209/1300 yang dibuat oleh
galangan kapal Howaldtswerke di Kiel, kawasan Jerman Barat. 

Type 209 TNI-AL mulai dipesan Indonesia pada tahun 1977, 
dan baru pada tahun 1981 mulai bertugas memperkuat armada TNI-
AL dengan panggalannya di Lanal Dermaga Ujung, Surabaya.
Kedua kapal diberi nama KRI Cakra (401) dan KRI Nanggala (402).

Angka 4 menunjukkan identifikasi divisi kapal selam. Sebelumnya di
era tahun 60an, TNI-AL juga menggunakan kode yang sama
untuk identifikasi 12 unit kapal selamnya. Untuk kemudahan
identifikasi, kedua kapal disebut sebagai kapal selam kelas Cakra.
Kapal selam type 209 terbilang cukup laris di pasar internasional,
salah satu prestasi kapal jenis ini mampu mengusik gugus tempur
angkatan laut Inggris saat perang Malvinas di Atlantik Selatan.
Setelah menembakan torpedo yang sayangnya tak meledak, type 209
Argentina berhasil lolos dari upaya sergapan setelah 60 hari kucing- 
kucingan, dan bisa kembali ke pangkalan dengan selamat.

KRI Cakra digerakan oleh motor listrik Siemens jenis low-speed
yang disalurkan langsung (tanpa gear pengurang putaran) melalui
sebuah shaft ke baling-baling kapal. Total daya yang dikirim
adalah 5000 shp (shaft horse power), tenaga motor listrik datang
dari baterai-baterai besar yang beratnya sekitar 25% dari berat
kapal, baterai dibuat oleh Varta (low power) dan Hagen (Hi-power).
Tenaga baterai diisi oleh generator yang diputar 4 buah mesin diesel
MTU jenis supercharged.

Saat menyelam kapal selam menggunakan tenaga listrik, hal
ini membuat pengoperasinnya bebas bising, senyap sehingga tak
mudah terdeteksi sonar dari kapal musuh. Saat kapal berada di
permukaan baru diaktifkan mesin diesel, sekaligus tahap untuk proses
re charging baterai.

Persenjataan KRI Cakra terdiri dari 14 buat torpedo SUT (surface and
underwater torpedo) 21 inchi buatan AEG dalam delapan
tabung. Torpedo jenis ini dapat dikendalikan secara remote.
KRI 
Cakra dan Nanggla juga kerap digunakan untuk menunjang misi
intelijen dan observasi. Dalam beberapa kesempatan, kapal selam
ini juga digunakan sebagai wahana transportasi bagi pasukan katak.


Seorang pasukan katak dapat dilontarkan dari lubang tabung
torpedo, sangat pas untuk misi infiltrasi. Keberadaan kapal selam tak bisa
dilepaskan dari fungsi periskop, KRI Cakra mengandalkan periskop
dengan lensa buatan carl zeiss.

Sedang untuk snorkel dibuat oleh Maschinenbau Gabler, keduanya
merupakan pabrikan asal Jerman. Secara teknis KRI Cakra memiliki
berat selam 1,395 ton. Dengan dimensi 59,5 meter x 6,3 meter x
5,5 meter. Sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 21,5 knot.
Diawaki oleh 34 pelaut. Mampu menyelam hingga kedalam 500
meter. Sonar yang digunakan adalah jenis CSU-3-2 suite.
Karena hanya memiliki 2 unit kapal selam, pengoperasiannya
dilakukan secara bergantian.

Spesifikasi Teknis Kapal Selam
Type 209 1100 1200 1300 1400 1500

Displacement (submerged) 1,207 t
1,285 t 1,390 t 1,586 t 1,810 t

Dimensions 54.1×6.2×5.9m
55.9×6.3×5.5m 59.5×6.2×5.5m
61.2×6.25×5.5m 64.4×6.5×6.2m

Propulsion Diesel-electric, 4 diesels, 1 shaft
5000 shp 6,100 shp (4,500 kW)

Speed (surface) 11 knots (20 km/h)
11.5 knots

Speed (submerged) 21.5 knots 22
knots 22.5 knots

Range (surface) 11,000 nmi (20,000
km) at 10 knots (20 km/h)

Range (snorkel) 8,000 nmi (15,000
km) at 10 knots (20 km/h)

Range (submerged) 400 nmi (700
km) at 4 knots (7 km/h)

Endurance 50 days
Maximum depth 500 m

Armament 8x 553 mm torpedo
tubes
* 14 torpedoes
* Optional UGM-84 Harpoon
integration

Pada tahun 1980 ketika saat itu kapal selam type U 209 milik TNI
AL baru saja dibeli oleh pemerintah Indonesia di bawa dari
Kiel Jerman Barat menuju sarangnya di Pangkalan Ujung
Surabaya, pada saat itu pula negara-negara NATO juga sedang
melakukan latihan perang anti kapal selam di laut Mediterania.


Dan kawasan laut Mediterania ini pula merupakan kawasan jalur
pelayaran laut kapal selam U 209 milik TNI AL tersebut. Dan ketika
kapal selam U 209 tersebut melintasi laut Mediterania dalam
posisi moda menyelam. Kemudian pada saat melakukan moda
menyelam dan melintasi laut Mediterania yang tengah diadakan
latihan perang anti kapal selam oleh NATO sementara awak kapal
selam U 209 kita belum mengetahui kalau sedang ada
latihan perang tersebut di atas permukaan para awak mendeteksi
adanya banyak pancaran sonar dari kapal-kapal permukaan. Dan
karena tidak paham dengan situasi di atas permukaan maka para awak
kapal selam U 209 memutuskan untuk melakukan perubahan moda
dari menyelam ke moda muncul di permukaan. Dan pada saat muncul
di permukaan kapal selam U 209 TNI AL muncul di tengah-tengah
konvoi kapal perang Angkatan Laut negara-negara NATO.

Dan dari kejadian tersebut diketahui bahwa kapal-kapal
permukaan Angkatan Laut negara-negara NATO tidak ada satupun
yang mendeteksi kehadiran kapal selam U 209/1300 milik TNI AL dan
singkat kata kedua belah pihak baik TNI AL dan Angkatan Laut
negara-negara NATO sama-sama terkejut.

Dan dari kejadian di atas tersebut telah membuktikan bahwa kapal
selam U 209/1300 milik TNI AL benar-benar senyap dan tidak bisa
dideteksi dengan sonar oleh kapal permukaan milik negara-negara
Angkatan Laut NATO yang tergolong modern dan sangat maju.
Selain kisah di atas masih ada lagi kisah kehebatan U 209 kita di tahun 1986.

OPERASI "CAKRA SEHAT" (2 April
86 s/d 15 Juni 86)

Ini adalah operasi membawa KS KRI Cakra 401 type U 209 ke
Jerman untuk Perbaikan Besar rute-rutenya adalah:

Surabaya - Jakarta
Jakarta - Colombo (Srilangka)
Colombo - Jibouti (di Afrika)
Jibouti - Port Suez - Port Said
(Mesir)
Port Said - Cadiz (Spanyol)
Cadiz - Hamburg - Kiel (Jerman)  

Perjalanan ini membawa KS KRI Cakra yang sudah banyak
kerusakan, tidak mempunyai periskop navigasi karena periskop
navigasinya diberikan ke KRI Nanggala 402 yang periskop
navigasinya rusak tersangkut jaring nelayan, jadi KRI Cakra 401 hanya
mengandalkan periskop serang saja. Tapi KS KRI Cakra 401
membawa torpedo lengkap sesuai dengan isian penuhnya
Perjalanan Surabaya - Jakarta ditempuh dalam waktu 2 hari.

Perjalanan Jakarta - Colombo ditempuh dalam 16 hari melalui
penyelaman maupun permukaan..

Perjalanan Colombo - Jibouti ditempuh dalam waktu 18 hari dan
pada etape ini mulai ada gangguan tehnis yaitu Baterai
mulai banyak yang drop dengan cepat, jadi kapal sering melakukan
snorkeling untuk mengisi baterai, pada saat itu masuk Bulan
Ramadhan dan sebagian besar ABK tetap menjalankan ibadah puasa 
walaupun diberi dispensasi untuk tidak melaksanakannya.

Perjalanan Jibouti - Port Suez - Port Said ditempuh dalam waktu
12 hari dalam etape ini KS melewati terusan Suez.

Port Said - Cadiz ditempuh dalam waktu 22 hari, di sekitar selatan
Pulau Kreta Yunani, Juru Sonar mendengar ada suara baling-
baling berjarak sekitar 30 menit dari KS. KS yang saat itu sedang
snorkeling mengisi Baterai langsung menghentikan snorkeling
dan bersiap menyelam lebih dalam lagi. Jam 3 pagi terdengar
"ping" (sonar aktif) tanda KS sedang dideteksi oleh kapal lain.

Karena bukan suasana perang komandan kapal memerintahkan
untuk timbul ke permukaan dan disambut oleh gelegar 2 pesawat
F14, ternyata KS memasuki daerah latihan NATO. Segera bendera
MERAH PUTIH dikibarkan dan ada 2 fregat satu dari Spayol dan satu
dari Portugal mendekat "what ship...?" tanya mereka, dijawab
dengan kode internasional "This is PKOB the Indonesian Man of War",
"Destination Cadiz Spain".
Setelah KS merapat di Cadiz ternyata 2
fregat itu tetap mengikuti dan ikut merapat dibelakang KRI Cakra 401.

Cadiz - Hamburg - Kiel dalam etape ini masuk waktu Idul Fitri, sholat
Ied dilaksanakan di ruang CIC dalam kedalaman 75m dpl
mungkin ini satu-satunya sholat ied dibawah laut (dalam KS)
khotbah Ied dibawakan oleh Serda Lasiman. Memasuki selat Inggris
periskop satu satunya yang berfungsi mendadak tidak
berfungsi karena tidak ada aliran listrik ternyata ada pin konektor
yang putus kemudian diakali oleh awak kapal dengan mengganjal
dengan jarum pentul dan berhasil, singkat kata KS akhirnya masuk ke
Kiel dan naik dok HDW...komentar orang HDW "kok kapal masih
"bagus" begini sudah dibawa kemari?" sambil geleng-geleng
kepala dan mengacungkan jempol. Jawab ABK "Katanya setelah 5
tahun harus overhaul" .

Menurut pejabat di HDW tidak ada KS yang dibawa langsung ke
Jerman biasanya akan dinaikkan ke atas kapal atau ditarik dengan
kapal tunda.....TABAH SAMPAI
Akhir

Sunday, 3 November 2013

KAI shows off two designs for KFX fighter

Asset Image
* Minsera.Blogspot.com * Korea Aerospace Industries (KAI) has displayed two conceptual models for the country’s proposed KFX indigenous fighter programme at the Seoul International Aerospace & Defense Exhibition.
One model represents KAI’s in-house proposal for the programme, while the other represents the ambitions of Seoul’s Agency for Defense Development (ADD).
KAI’s proposal is for a single-engined aircraft based largely on systems developed for the country’s T-50 advanced jet trainer. The company feels that this approach would be more cost effective and draw from its experience with the T-50, which had extensive design input from Lockheed Martin. The ADD concept is a twin-engined design and would involve considerably more indigenously-developed content.
Both appear to recognise the challenges involved in building a true stealth aircraft. While each bears a passing resemblance to the low observable Lockheed Martin F-35, particularly in regard to the shaping of the intakes and forward fuselage, neither possesses internal weapons bays.
KAI did not state the powerplant for either aircraft, but one source says that it is likely to require similar power to the Pratt & Whitney F100 or General Electric F110, the engines for the F-16 fighter.
Asset Image

Industry sources at the show say that KAI has been actively seeking information on a range of equipment that the KFX would need to be a truly capable fighter jet, including its radar, avionics, mission computers, and other systems.
Although this is the first time KAI has displayed such detailed models at the Seoul show, there is still a great deal of uncertainty about the programme.
To a large degree, Seoul is relying on technology transfer stemming from its F-X III acquisition for 60 fighters to develop indigenous manufacturing capabilities for KFX. Given that F-X III is in limbo following Seoul’s decision to re-tender the competition rather than obtain the Boeing F-15 Silent Eagle over the F-35 and Eurofighter Typhoon, any decision on KFX is effectively stalled as well.
Another challenge for the KFX programme is the presence of Indonesia in the effort as a 20% partner. While Jakarta is generally an ally of the West, the US government could be dubious about providing advanced technologies to Jakarta through the KFX programme, which will invariably require a large degree of foreign content.
In the event that Seoul decides to move forward with the programme, the Korean air force is likely to obtain 120 examples, with Jakarta to take 80. KAI also hopes to win other export orders for the aircraft.