Saturday, 17 August 2013



* Minsera.Blogspot.com * 

Ku junjung Tinggi rasa Nasionalisme di dalam diri ini, ku bentangkan Sang Merah Putih di dalam jiwa,Ku Teriakkan kata MERDEKKAAA MERDEKKAAAA MERDEKKAAA...!!!! 

Sesunguh nya pengorbanan darah, nyawa hingga batin pahlawan kami. Adalah kebebasan abadi bagi anak cucu dan generasi berikut nya.

Ya Allah di hari bersejarah bangsa INDONESIA. Kami tak mampu membalaskan jasa para pahlawan kami, dan kami hanya mampu memohon kepada mu YA ALLAH tempatkan lah para pahlawan2 kami yang sudah gugur di surga mu yang paling indah, sampai kan salam HORMAT kami ke pada mereka.

YA ALLAH bagi pahlawan kami yang masih hidup dan hidup dalam keterbatasan. BAHAGIKAN LAH MEREKA DALAM BATIN YANG PENUH KEDAMAIAN, DAN BILA MANA AJAL AKAN MENJEMPUT, AMBIL LAH IA DALAM SUCI DAN SENYUMAN.
amin amin ya robal alamin

Friday, 16 August 2013

HATTA RAJASA ANCAM TENDANG FREEPORT DARI INDONESIA


* Minsera.Blogspot.com * Tambang emas dan perak terbesar di dunia yang berada di Papua dan dikelola sepenuhnya oleh PT Freeport Indonesia sejak 1967. Hingga saat ini, keberadaannya dinilai tidak memberi keuntungan yang besar untuk Indonesia dan masyarakat Papua. Padahal seharusnya tambang emas tersebut bisa mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia dengan cadangan emas yang sangat banyak.
Tapi nyatanya, setoran ke negara dan Papua minim. Keuntungan besar dinikma
ti Freeport dari hasil menjual bahan mentah, tanpa melalui proses pengolahan di dalam negeri. Padahal, jika melalui proses pengolahan di dalam negeri, akan sedikit memberi keuntungan bagi negara dan rakyat Papua
CPemerintah pun mengharuskan perusahaan pertambangan membangun pabrik pengolahan. Namun masih belum sepenuhnya dipatuhi. Masih banyak perusahaan tambang yang enggan membangun pabrik pemurnian dan pengolahan mineral atau smelter. Salah satunya Freeport.
Pemerintah telah mewajibkan perusahaan tambang untuk membangun pabrik pengolahan atau smelter pada 2014. Ini sesuai amanat UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara. Jika membandel, pemerintah berjanji bersikap tegas dengan memaksa perusahaan berhenti produksi
Ancaman ditebar Menteri Perekonomian Hatta Rajasa agar perusahaan-perusahaa tambang asing yang tidak mau membangun smelter diminta stop berproduksi, membuat raksasa PT Freeport blingsatan.
Menteri Perekonomian Hatta Rajasa, Rabu (14/08/2013) mengatakan, semangat dari implementasi UU Nomor 4 Tahun 2009 itu adalah agar semua perusahaan tambang yang beroperasi di Indonesia dan mengeruk hasil kekayaaan bumi Indonesia, wajib ikut mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia.
“UU itu dibuat sejak 2009 dan akan kita implementasikan tahun depan. Sosialisasinya sudah cukup lama.Jadi kalau tidak mau bikin smelter di tanah air, kita persilakan untuk menutup saja operasi dan produksinya,” tegas Hatta.
Menanggapi ketegasan pemerintah RI, Presiden Direktur Freeport Indonesia Rozik B. Soetjipto mengaku pihaknya kesulitan untuk membangun smelter yang diwajibkan harus dilakukan pada tahun depan.
Yang menarik, meski sudah beroperasi di tanah Papua sejak 1967 silam, PT Freeport mengaku adalah mustahil bisa memenuhi tuntutan dari amanat UU Nomor 4 Tahun 2009 tersebut.
“Kami sepakat dan setuju dengan sikap pemerintah, Namun saat ini kami belum bisa melakukannya 100 persen di Indonesia,” kilah Rozik.
Dengan belum bisa 100 persen mengolah di dalam negeri, maka PT Freeport akan tetap mengolah biji emas di Amerika Serikat, sebuah modus yang sudah dilakukannya berpuluh-puluh tahun guna menghindari berbagi keuntungan dengan Indonesia
Sumber: http://pan.or.id/2013/08/14/hatta-rajasa-ancam-tendang-freeport-dari-indonesia/#sthash.LhWmtI6d.dpuf

Monday, 12 August 2013

Lion Air Siap Beli 50 Pesawat N219 Buatan PT DI


* Minsera.Blogspot.com *  - Presiden Direktur PT Lion Mentari Airlines (Lion Air), Rusdi Kirana, Senin 12 Agustus 2013, menyatakan bahwa perusahaannya berencana beli 50 unit pesawat perintis N219. Pesawat itu buatan PT Dirgantara Indonesia (DI).

Hari ini, dengan menggunakan Mobil Rolls Royce, Rusdi merupakan satu-satunya di petinggi perusahaan swasta yang datang bersilaturahmi setelah perayaan Lebaran ke kantor kementerian BUMN, Jakarta. Rusdi mengatakan tujuan kedatangannya ini adalah menyampaikan langsung kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan mengenai rencana pembelian N219 itu secepatnya.
"Kami ingin bekerjasama dengan PT DI," ujar Rusdi.

Dahlan Iskan pun menjelaskan Rusdi berniat menggunakan N219 untuk armada Lion Air karena ingin mendukung pengembangan pesawat buatan anak bangsa itu.

"Beliau ini kan beli pesawat banyak dari luar negeri, jadi ingin ikut kembangkan PT DI dengan membeli pesawat PT DI di yang betul-betul menjadi kebanggaan," kata Dahlan usai acara silaturahmi.

Dahlan menjelaskan, saat ini model yang menjadi contoh atau prototipe N219 sedang dikembangkan. Ditargetkan selama 2 tahun pesawat ini sudah diproduksi.

"Perundingannya masih panjang tidak seperti beli kerupuk," kata Dahlan.
Indonesia Timur
Jika niatan ini terealisasi, Dahlan melanjutkan, Lion Air akan menjadi pelopor maskapai penerbangan swasta yang mengembangkan produk Indonesia. Dahlan berharap hal ini diikuti oleh maskapai penerbangan lainnya.

Pesawat perintis ini, Dahlan menambahkan, akan digunakan oleh Lion Air untuk melayani penerbangan rute kawasan Indonesia Timur. Selama ini,penerbangan jalur tersebut didominasi oleh maskapai plat merah Merpati Airlines.

"Tidak untuk menggantikan, cuma berapa rute, ini kan besar, bukan kecil. Merpati sekarang kan sedikit sekali," kata Dahlan.

menurut Dahlan, Rusdi pun menjanjikan akan menpromosikan pesawat PT DI di pasar Internasional. "Dia akan bantu pasarkan di luar," kata Dahlan. 

Sukhoi dan F-16 Siap Meriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia


* Minsera.Blogspot.com * Delapan pesawat tempur TNI Angkatan Udara, pesawat tempur Sukhoi dari Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanudin Makasar, Senin pagi mendarat di Lanud Halim Perdana Kusuma Jakarta. Kedatangan the Thunder ini dibawah kendali langsung oleh Kolonel Pnb Eko Putro selaku Kadisops Lanud Hasanuddin. Kolonel Pnb Eko Putro adalah salah satu lulusan terbaik AAU tahun 1992.

Selain Sukhoi, tiba pula 6 Pesawat Tempur F-16 dari Skadron Udara 3. Armada F-16 sendiri dipimpin oleh Komandan Skadron Udara 3 Lanud Iswahyudi Madiun, Letkol Pnb Setiawan. Lulusan AAU tahun 1995. Kedatangan pesawat-pesawat Sukhoi di Lanud Halim Perdana kusuma tersebut dalam rangka memeriahkan HUT Republik Indonesia ke-68 dengan melakukan Fly-Pass di area udara Istana Negara.

Friday, 9 August 2013

Sambut HUT RI Ke-68, KRI Sultan Hasanuddin-368 Kibarkan Merah Putih Di Karang Unarang


* Minsera.Blogspot.com * Dalam kegiatan Operasi Tameng Hiu 2013 wilayah perbatasan di perairan Kalimantan Utara, KRI Sultan Hasanuddin-366 mendekat dan memeriksa keadaan Suar Karang Unarang, Senin (5/8/2013). Suar Karang Unarang adalah suar yang sangat vital keberadaannya karena sebagai tanda batas laut antara Indonesia dengan perairan Malaysia. Saat itu KRI Sultan Hasanuddin-366 berada pada radius 1000 yard dari suar.


Dari kejauhan, Suar Karang Unarang terlihat berdiri kokoh dengan benderanya yang berkibar. Mendekat ke suar, terlihat jelas bahwa kondisi bendera di puncak Suar Karang Unarang tidak lagi utuh, kencangnya hembusan angin dan cuaca laut yang ekstrim telah merobek bagian warna putih dan menyisakan bagian merahnya saja.

Kehadiran KRI Sultan Hasanuddin-366 menjadi momen tepat untuk mengibarkan kembali bendera merah putih di puncak Suar Karang Unarang. Melihat keadaan bendera merah putih seperti itu, Komandan KRI Sultan Hasanuddin-366, Letkol Laut (P) Haris Bima Bayuseto, melaporkan kondisi ini kepada Asintel Guspurla Armatim, Kolonel Laut (P) Yeheskiel Katindiago yang onboard di KRI Sultan Hasanuddin-366 yang saat itu sebagai kapal markas Guspurlatim. Kemudian Asintel Guspurla Armatim memerintahkan untuk menerjunkan satu tim prajurit dengan menggunakan sekoci untuk melaksanakan penggantian bendera merah putih di suar.

Didahului dengan penghormatan, bendera lama digantikan dengan bendera yang baru, Merah Putih kembali berkibar di puncak Suar Karang Unarang. Menyongsong peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI ke-68 pada 17 Agustus 2013 mendatang, di puncak Suar Karang Unarang terus berkibar Bendera Merah Putih dengan pengawalan KRI Sultan Hasanuddin-366.


Sumber:
 TNI AL

Monday, 5 August 2013

AS Ciptakan Robot Ubur-Ubur Untuk Kegiatan Militer


* Minsera.Blogspot.com * Para Insinyur dari Virginia Tech College of Engineering baru saja menciptakan sebuah robot yang menarik. Robot tersebut merupakan sebuah robot autonomus yang berbentuk seekor ubur-ubur.

Proyek ini pun merupakan sebuah riset yang didanai oleh US Navy dan telah berjalan selama 6 tahun. Nantinya, robot ini pun dapat digunakan sebagai sarana untuk mengamati kondisi di lautan. Robot ini pun memiliki bentuk yang mirip dengan ubur-ubur dan bahkan gerakannya pun mirip.

Penelitian mengenai robot ini pun sudah berjalan cukup lama. Versi pertama robot yang disebut Robojelly ini diperkenalkan pertama kali pada tahun lalu. Selanjutnya, mereka memperkenalkan versi kedua yang disebut Cryo. Robot Cryo ini pun memiliki selimut waterproof yang menghubungkan delapan lengan yang bisa digerakkan.

Para peneliti tersebut pun masih akan terus melanjutkan pengembangan robot ini. Baik dari desain ataupun kemampuannya. Saat ini, robot ubur-ubur ini mampu bertahan selama empat jam. Dengan waktu masih 3 tahun lagi, pengembangan robot ini pun masih sangat memungkinkan.

PT Pindad Retrofit AMX-13, Tampangnya Akan Berbeda dari Aslinya


* Minsera.Blogspot.com * Terkadang, informasi datang dari waktu dan tempat yang tak diduga. Demikian pula yang dialami oleh redaksi. Saat itu sebenarnya adalah ajang berbuka puasa bersama di Kementrian Pertahanan. Di salah satu sudut meja, tampak Dirut PT. Pindad bersama Kabalitbang Kemhan sedang asyik menyantap hidangan berbuka. Kami pun sok akrab menyapa beliau. Karena memang sudah sering melihat tampang kami, ia pun langsung memulai pembicaraan," sudah lihat tank saya yang baru belum?", demikian tanya pak Adik.

Wah.. informasi anyar ini. Tank apa pak? jawab kami. Itu retrofit AMX-13. Sudah hampir selesai mas, jelas pak Adik. Selanjutnya, mengalirlah informasi hangat itu. Menurut Adik Avianto, hasil retrofit AMX-13 ini nantinya memiliki tampang yang berbeda dengan AMX aslinya. Untuk hull misalnya, terpaksa ditambah panjang sekitar 20cm untuk mengakomodir mesin anyar. Mesinnya sendiri memakai produk Navistar dari Amerika Serikat dengan daya sebesar 400HP. Alhasil, dari samping dan depan akan berbeda total dari AMX-13 asli.

Selain itu, Turret atau kubah meriam juga terkena sentuhan. Pasalnya dibagian ini akan dipasang meriam 105mm. Selain itu, untuk meningkatkan kemampuan tempur, akan dipasang pula Fire Control System serta Night Vision. Jika semuanya sudah terpasang sempurna, dalam waktu dekat akan dilakukan uji coba secara internal. Lalu, sekitar bulan November, Tank AMX-13 retrofit bisa diperlihatkan ke publik. Hingga waktu itu tiba, kami pun masih penasaran seperti apa tampang AMX-13 yang baru itu. Pasalnya, pak Adik sendiri sedang tidak membawa fotonya. Kami pun masih harus bersabar.

Sekedar mengingatkan, Proyek retrofit AMX-13 ini sejatinya mulai berjalan sejak akhir 2011 lalu. Seharusnya di Tahun 2013 ini Pindad telah melakukan produksi Retrofit AMX. Namun dalam perjalanannya, sejuta rintangan menghambat. Hingga akhirnya lewat pertengahan 2013 ini mulai ada titik terang.