Tuesday, 28 May 2013

DPR: Pengadaan Sukhoi Harus Lengkap Dengan Paket Senjata


* Minsera.Blogspot.com * Empat unit pesawat Sukhoi pesanan TNI Angkatan Udara telah datang dari Rusia, Februari lalu. Kedatangan pesawat tempur itu menggenapkan satu skuadron yang sudah masuk dalam rencana strategis modernisasi alutsista TNI AU hingga 2014 mendatang.

Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq berencana meninjau fisik dan kelengkapan pesawat tersebut. Pihaknya ingin memastikan bahwa pesawat sudah dilengkapi paket persenjataannya. Sebab, pesawat Sukhoi yang sebelumnya datang tanpa kelengkapan peluru.

"Kalau ada senjatanya, ini akan benar-benar bisa memberi efek penggentar lawan. Kalau tidak tidak ada pelurunya, sama saja itu pesawat tidak banyak memberi efek penggentar lawan. Begitu kan?" ujar Mahfudz Siddiq, Minggu (26/5).


Untuk memodernisasi alutsista, TNI AU berupaya melengkapi pesawat tempur jenis Sukhoi di Skuadron Udara II Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar sebanyak 16 unit di tahun 2013. Kini skuadron tersebut sudah memiliki 14 unit pesawat jet tempur Sukhoi tipe Su-27 SKM dan Su-30 MK2 buatan industri pesawat terbang Rusia, Konsomolks-Na Amure Aircraft Production Association (KNAPO).

Berdasarkan target pada 2013, TNI AU kini tinggal menunggu dua unit pesawat dari enam unit terakhir yang dipesan oleh Indonesia dari pabrikan Rusia. Dua unit pesawat tersebut diharapkan sudah tiba di Tanah Air pada Juni mendatang.

"Sesuai dengan perencanaan semestinya tahun 2014 baru lengkap. Namun, khusus skadron 11 yang alutsistanya pesawat tempur Sukhoi kita akan dorong di tahun 2013 sudah lengkap. Jadi ini persiapan bahwa pada 2014 pesawat sudah lengkap 16 unit dan siap mengudara semua," ujar Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddi, Kamis (18/5) saat meninjau Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.


Sunday, 26 May 2013

Usai Uji Coba Terakhir, Skuad Garuda Muda Diliburkan


* Minsera.Blogspot.comTim pelatih Timnas Indonesia U-14 memberikan jatah libur latihan usai melakoni laga uji coba terakhir melawan SSB Rajawali Muda di Sawang, Depk, Jumat (24/05).

Menurut pelatih Timnas U-14, Mundari Karya, jatah libur diberikan karena jadwal anak asuhnya cukup padat. Garuda Muda akan bertolak menuju Myanmar, Minggu (26/05), untuk mengikuti kualifikasi Piala AFC U-14, 28 Mei - 3 Juni 2013 nanti.

"Seusai uji coba barusan, kami berharap kondisi mereka cepat pulih. Karena itu, Sabtu (25/5) harus dimanfaatkan betul untuk beristirahat. Namun, mereka tetap di mes dan tidak kembali ke rumahnya masing-masing," terang Mundari Karya.

"Dalam uji coba tadi, hasilnya menunjukkan perkembangan permainan yang sudah cukup bagus. Apalagi, soal bagaimana mereka mampu mengontrol emosi. Tadi, terlihat tidak ada protes-protes keras kepada wasit. Mereka cukup menikmati pertandingan," sambungnya.

Mantan pelatih PSPS Pekanbaru tersebut menambahkan, skuad Timnas U-14 nanti diharapkan dapat terus fokus di pertandingan. Hal itu dengan tujuan agar pemain lawan tidak mudah untuk mengembangkan permainan mereka.

"Mereka juga tidak boleh grogi. Saya dan tim pelatih lainnya, akan terus memberikan dorongan semangat. Terutama, ketika paruh waktu dan mendekati akhir pertandingan," tuntas Mundari Karya.

Sumber:
http://www.dewibola.com/tim_nasional/berita-bola-timnas-indonesia-usai-uji-coba-terakhir-skuad-garuda-muda-diliburkan-010984.html

Indonesia Bisa Ambil Pelajaran Dari Timnas Belanda


* Minsera.Blogspot.com * Timnas Indonesia dijadwalkan akan menjamu timnasBelanda pada 7 Juni mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Hal itu disambut gembira oleh pelatih PSM Makassar,Petar Segrt.

Petar lantas memprediksi bahwa pertemuan kedua tim itu nanti akan berlangsung menarik dan menjadi tontonan yang seru untuk para suporter dan semua penggila sepak bola di tanah air. Terlebih, skuad Oranye akan datang dengan pemain-pemain terbiaknya seperti Robin van Persie,Wesley Sneijder dan Arjen Robben.

"Tentunya pertandingan akan berlangsung menarik. Saya harap timnas Belanda memperlihatkan pemain terbaiknya karena saya pikir warga Indonesia layak mendapatkan suguhan terbaik dari mereka," ujar Petar yang kini tengah berada di Jerman.

Pelatih asal Kroasia itu menambahkan bahwa kedatangan pemain timnas Belanda harusnya dimanfaatkan para pemain Merah Putih untuk belajar mengenai banyak hal. Tak hanya tentang teknik sepakbola, namun mereka juga bisa melihat skema dan kerja sama tim dalam sebuah pertandingan.

"Pemain di Indonesia bisa memetik banyak pelajaran dari mereka. Secara teknik, mereka memiliki skill yang bagus," seru Petar.

"Mungkin beberapa pemain Belanda akan sedikit kelelahan karena baru saja menyelesaikan liga di Eropa. Tapi, saya yakin mereka tetap akan memperlihatkan kualitas yang bagus sehingga pertandingan akan berjalan menarik," ujarnya dengan penuh keyakinan.

Sumber:

Saturday, 25 May 2013

USIR FREEPORT DARI BUMI PAPUA KARENA MERUGIKAN RAKYAT DAN NEGARA...PERAMPOK BERKEDOK INVESTASI...

LOOK AT THIS !!!!
* Minsera.Blogspot.com *Sabtu, 25 Mei 2013 Awal kisah Freeport memBUNUH kekayaan Papua Kisah Freeport di bumi Papua ini dimulai dari petualangan penjelajah Belanda, Jean Jacques Dozy. Pada 1936 dia bergabung dengan perusahaan minyak, Nederlandsch Nieuw Guinee Petroleum Maatschappij (NNGPM). Dozy kemudian melakukan pendakian di gunung Papua untuk mencari ladang baru eksplorasi minyak.

Penjelajahan Dozy dilakukan beberapa bulan setelah New York Time menulis artikel Belanda tentang gunung tembaga (Etsberg) di sepanjang pantai selatan Papua. Dozy kemudian menjelajah Etsberg, dan melaporkan temuanya ke NNGPM, yang sekarang berubah menjadi Exxon Mobil atau Chevron.

Namun laporan penemuan itu terbengkalai di perpustakaan Belanda selama perang dunia ke II, dan dilaporkan hingga berdebu. Maklum saat itu kondisi dunia tidak mendukung, menjelang berkecamuknya Perang Dunia II yang melibatkan banyak negara, termasuk Belanda.

Seperti tulis Lisa Pease, wartawan Majalah Probe Amerika dengan judul artikel: "JFK, Indonesia, CIA & Freeport Sulphur", edisi Maret-April 1996. Waktu itu pertengahan 1959, revolusi mengatasnamakan rakyat berkecamuk di Kuba dipimpin Fidel Castro. Fidel berhasil merebut Kota Havana hingga memaksa rezim diktator Batista hengkang.

Kebijakan berubah paska Castro berkuasa. Dia segera menasionalisasi perusahaan-perusahaan asing yang beroperasi di Kuba, termasuk Freeport Sulphur yang kala itu siap mengapalkan biji nikel produksi perdana.

Pada Agustus 1959, berlangsung pertemuan antara Forbes Wilson, direktur dan pakar ahli pertambangan Freeport dengan Jan van Fruisen, Direktur Pelaksana East Borneo Company. Dalam rapat itu, Jan van Fruisen bercerita kepada Wilson isi buku Dozy ditemukan dalam kondisi berdebu. Wilson kemudian tertarik dengan laporan Dozy soal gunung tembaga itu.

Wilson dan rombongannya pada februari 1960 mengunjungi lokasi seperti ditulis Dozy. Rombongan ekspedisi ini dibantu oleh suku setempat untuk menjelajahi wilayah pegunungan itu. Hasil penelusuran dituangkan dalam buku "Conquest of Copper Mountain". Persis Dozy, Wilson menuliskan kekagumannya akan hamparan mineral tidak pernah dia lihat sebelumnya.

Saat mencapai Erstberg, dia terperanjat dengan hamparan bijih tembaga di atas permukaan tanah. Wilson menyebut wilayah itu sebagai tempat terjadinya mineralisasi tidak lazim di atas ketinggian dua ribu meter dari permukaan laut. Dia memperkirakan kandungan logamnya mencapai 40-50 persen bijih besi, tiga persen tembaga, dan masih terdapat emas dan perak di dalamnya.

Dia melaporkan lewat kabel temuan itu kepada Presiden Freeport Bob Hills di New York, Amerika Serikat. Dia menyebut dari areal 14 hektar, hanya satu hektar tanpa bijih tembaga. Sedangkan kedalaman baru mencapai seratus meter.

Setelah menganalisis laporan Wilson, konsultan tambang Freeport memperkirakan akan mendapat 13 juta ton di atas permukaan dan 14 ton di bawah tanah dengan kedalaman seratus meter. Perlu sekitar USD 60 juta dolar untuk mengeksplorasi kawasan itu.

Ongkos produksi juga ditaksir mencapai USD 16 sen per pon dan harga jual USD 35 sen saban pon. Dengan begitu, Freeport menduga modal investasi akan balik dalam tiga tahun. Laporan ini kini tersimpan di National Archieve, Washington DC, Amerika Serikat.

National Archieve adalah lembaga independen menyimpan dokumen catatan sejarah dan dokumen. Lembaga ini bertanggung jawab memelihara dan menerbitkan salinan hukum asli dan otoritatif dikeluarkan oleh kongres, pernyataan presiden dan perintah eksekutif, serta federal.

Pimpinan Freeport begitu gembira dengan kemungkinan keuntungan bakal diperoleh. Namun, saat proyek tambang akan dimulai, hubungan Belanda dan Indonesia kian memanas memperebutkan Irian Barat. Akhir 1961, Presiden Soekarno memerintahkan pendaratan pasukan di wilayah itu.

Freeport kian jengkel dengan sikap Presiden John Fitgerald Kennedy karena lebih memihak Indonesia. Belum lagi dengan sikap Amerika menghentikan bantuan pemulihan ekonomi Eropa setelah Perang Dunia Kedua (rencana Marshal) untuk Belanda. Freeport sebenarnya lebih cemas kepada Soekarno yang gencar dengan prinsip nasionalisme dan antikolonialisme.

Perserikatan Bangsa-Bangsa lalu turun tangan dan akhirnya memutuskan membentuk pemerintahan transisi di Irian Barat. Kemudian diadakan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) pada 1969, untuk memutuskan apakah rakyat Papua akan memilih bergabung dengan Indonesia atau Belanda.

Dalam laporan Lisa, dua tahun sebelum Pepera, Freeport sudah mendapat Kontrak Karya Pertama pada 50 April 1967. Perjanjian bisnis ini berlaku 30 tahun dan bisa diperpanjang. Lisa juga menemukan Freeport melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan izin dan perpanjangan kontrak karyanya.

Sejak 1967 hingga kini Freeport masih menggangsir bumi Papua, menambang emas, perak, dan tembaga. Selama hampir setengah abad itu telah muncul pelbagai masalah, terutama menyangkut jatah penerimaan negara karena kurang optimal. Masalah lain ihwal minimnya peran negara, terutama Badan Usaha Milik Negara, untuk ikut mengelola tambang dikuasai Freeport McMoran di daerah Mimika, Papua, itu.

Rupa-rupa persoalan itu mengakibatkan desakan terhadap pemerintah melakukan renegosiasi kontrak karya agar lebih menguntungkan negara dan rakyat Papua. Menurut Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (Iress) Marwan Batubara, Freeport merasa dirinya digdaya karena di bawah bendera Amerika Serikat.

Dia menjelaskan setelah Freeport McMoran menikmati keuntungan besar, mereka seperti emoh membagi keuntungan lebih banyak dengan pemerintah. Kontrak karya itu pertama kali ditandatangani pada 1967 berdasarkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan Pertambangan.

Berikutnya pada 1991 kontrak karya kedua kembali diteken dan berlaku 30 tahun mendatang, dengan opsi perpanjangan dua kali, masing-masing 10 tahun. Pemerintah sempat meminta renegosiasi kontrak karya itu. Sebab beleid baru tentang pertambangan sudah lahir, yakni Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentan Minerba.

Namun Freeport tidak mau mengubah kontrak sesuai akta itu. "Mereka mengancam bakal memperkarakan ke pengadilan arbitrase internasional. Jadi persoalannya lebih pada arogansi kekuasaan. Di sisi lain, pemimpin kita pengecut," kata Marwan kepada merdeka.com beberapa waktu lalu.

-BERITA&ISLAM-
Reporter : Mohamad Taufik, Islahudin/Merdeka

http://www.merdeka.com/peristiwa/awal-kisah-freeport-menggangsir-kekayaan-papua.html

SILAHKAN SHARE!

TNI Akan Pamerkan Alutsista Baru Pada HUT Ke 69


* Minsera.Blogspot.comTNI memesan alutsista baru. Mesin-mesin perang milik TNI ini diperkirakan akan datang pada awal tahun 2014. Dan nantinya, alutsista ini bisa dilihat saat HUT TNI ke-69.

"Alutsista yang baru pada awal 2014 sudah masuk, dan bisa mengikuti upacara dan bisa dilihat dalam HUT TNI 5 Oktober yang akan diadakan disini (Dermaga Ujung, Koarmatim)," kata Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono kepada wartawan usai menutup Latgab TNI 2013 di Dermaga Ujung, Koarmatim, Jumat (24/5/2013).

Agus menyebutkan, alutsista yang baru diantaranya, pesawat F16, Tank Battle Mac serta pesawat maupun kapal LST (Landing Ship Tank) dari PAL, dan Kapal Fregat (Inggris).

"Nanti F16 pasti akan nambah dan pesawat Hercules. Dengan penambahan ini diharapkan, pesawat penerjun biasanya 10 pesawat nanti bisa 14 pesawat," ungkapnya.

Sebelum digunakan, alutsista baru yang akan datang pada awal 2014, kata Agus, pihaknya terlebih dulu melakukan evaluasi serta ujicoba terhadap peralatan tempur yang baru sebelum digunakan.

"Penambahan alutsista saat ini kita sesuaikan dengan kekuatan pokok minimal dan akan terus kita kembangkan," tandas Agus.

Sumber:
Detik

Friday, 24 May 2013

Sukhoi Siap Transfer Teknologi Penerbangan ke Indonesia


* Minsera.Blogspot.com * Moskow - Musibah Sukhoi SuperJet 100 di Gunung Salak Bogor tidak menghalangi kerjasama RI-Rusia dalam bidang kedirgantaraan. Sebuah rencana kerja sama yang mencakup alih teknologinya dari Rusia ke industri penerbangan Indonesia sedang disusun.

Demikian intisari pertemuan Dubes RI untuk Rusia dan Belarusia, Djauhari Oratmangun, dengan President of JSC United Aircraft Corporation Mikhail Pogosyan di Moskow, Jumat (6/7/2012) waktu setempat. JSC United Aircraft Corporation merupakan holding company yang membawahi industri Sukhoi tempur dan komersial. Pertemuan pertama ini d

Pertemuan dalam format makan siang bersama dengan menu khas Rusia ini, intinya adalah saling mengenal sambil menggali hal-hal yang dapat dikerjasamakan di masa depan. Kedua pihak hanya sedikit menyinggung 'tragedi Sukhoi' dalam perspektif di balik kejadian tersebut harus mampu dimunculkan hal-hal yang positif di masa datang.

"Ada masanya kita melihat ke depan," kata Dubes Djauhari.

Di dalam hal ini, Sukhoi berpendapat bahwa kerja sama kedirgantaraan yang mencakup transfer of technology merupakan sesuatu yang sangat dimungkinkan. "Sukhoi dapat berkolaborasi dengan industri penerbangan di Indonesia untuk memproduksi suku cadang, baik Sukhoi tempur maupun komersial," ujar Mikhail Pogosyan.

Sukhoi juga sangat terbuka untuk mendidik anak-anak terbaik Indonesia untuk studi bidang penerbangan. Rusia memiliki dua universitas terbaik di bidang ini, yakni di kota Moskow dan Kazan. Sukhoi dalam hal ini bisa saja memberikan beasiswa.

Selain itu, Mikhail juga menyatakan ingin memberikan kuliah kedirgantaraan di universitas di Indonesia dalam sebuah kunjungannya di Indonesia kelak. Maklum, selain sebagai presiden direktur, Mikhail juga merupakan seorang penerbang dan sangat mengerti tentang industri penerbangan.

Pertemuan yang diselingi canda tersebut juga sempat membahas aneka makanan khas Rusia seperti kaviar dan Vodka. Kedua belah pihak sepakat untuk membangun sebuah komunikasi yang intensif dalam rangka kerjasama yang menguntungkan di masa depan

Sumber: 
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=388476007937450&set=a.317676425017409.77899.317669298351455&type=1

Russia Ajak Indonesia Untuk ToT Dan Joint Production Alutsista


* Minsera.Blogspot.com * Jakarta - RI-Rusia akan melakukan kerja sama dibidang pertahanan dengan melakukan join production alat utama sistem persenjataan (Alutsista). Rencana kerja sama ini sudah disusun dalam draft perencanaan untuk ditindak lanjuti dengan negosiasi industri pertahanan Indonesia.

Kerja sama ini salah satunya akan dilakukan dengan PT Pindad. "Kami sedang melakukan negosiasi dengan PT Pindad dan akan segera menandatangani MoU. Kami juga akan bekerja sama dengan industri pertahanan lainnya yang ada di Indonesia, tapi sekarang baru sekadar draf. Negosiasi satu langkah, dan kami berharap segera ada deal,"kata Duta Besar Rusia Alexander A. Ivanov usai penyematan medali kehormatan yang diberikan pemerintah Rusia pada Menteri Pertahanan RI di Wisma Kedutaan Besar Rusia di Jakarta.

Selain itu, tutur Ivanov, Rusia sedang melakukan negosiasi dengan PT PAL dan PT DI untuk melakukan overwhole Helikopter Mi-35.

Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro mengaku kaget atas rencana Rusia tersebut. Karenanya dia mengagumi keputusan tersebut dan menyambut dengan baik. "Saya kaget mereka mau berbicara transfer of technology dengan Pindad. Saya cukup kagum mereka ingin memproduksi bersama,"katanya.

Menhan mengharapkan, kerja sama kedua negara bisa terjalin tidak hanya dalam bidang pengadaan alutsista. Harapan terjadinya pertukaran perwira dalam bidang pendidikan dan pelatihan dalam waktu dekat akan terealisasi. "Mereka akan menerima taruna akademi militer kita. Kedua, kita akan kerja sama dalam bidang latihan bersama,"kata Menhan.

Menhan menambahkan, Rusia meminta secara khusus kerja sama dalam bidang pemberantasan terorisme. Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan (wamenhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, kerja sama join production pembangunan rudal C-705 China-indonesia melalui PT Pindad akan terealisasi tahun ini. "Tahun ini realisasinya produksi bersama,"kata dia.