Monday, 15 April 2013

Bersama Rusia, India Kembangkan Jet Tempur Generasi Kelima


* Minsera.Blogspot.com *

FGFA
FGFA adalah proyek bersama teknik dan militer terbesar Rusia-India

Kontrak untuk mengembangkan proyek sketsa dan teknis untuk pesawat tempur multi-fungsi generasi kelima antara Rusia dan India sudah disepakati. Desain pesawat tempurnya kini sudah dikembangkan.

Kedua belah pihak juga telah menyepakati soal jumlah dan pembagian kerja selama tahap penelitian dan pengembangan. Saat ini kontrak untuk penelitian dan pengembangan sudah dipersiapkan, dan kemungkinan akan ditandatangani pada tahun ini juga.

Perjanjian awal untuk pengembangan bersama dan produksi pesawat tempur generasi kelima ini ditandatangani pada 18 Oktober 2007 silam di Moskow pada sesi ke-7 kerjasama teknik dan militer antar komisi pemerintah Rusia dan India. Ini adalah proyek bersama terbesar dalam hal kerjasama teknis dan militer Rusia-India.

Pada bulan Oktober 2010, Rosoboronexport, Sukhoi Company dan Hindustan Aeronautics Limited menandatangani kontrak untuk mengembangkan proyek teknis dan sketsa pesawat tempur generasi kelima. Dalam perjalanan di tahap pertama dari kerjasama ini, pihak Rusia akan melatih para profesional India, dan saling melengkapi dengan data dan software original guna menciptakan lingkungan kerja yang solid.

Kelompok kerja dari para ahli India telah bekerja di Rusia sejak Januari 2012 dan sekelompok ahli dari Rusia juga telah ditempatkan di India. Kedua belah pihak telah bertukar informasi yang diperlukan.

Pesawat tempur PMI/FGFA* generasi kelima yang dikembangkan oleh kedua belah pihak nantinya akan memiliki beberapa perbedaan dengan prototipe PAK-FA T-50 Rusia karena adanya permintaan khusus dari Angkatan Udara India (IAF)

Perusahaan Sukhoi saat ini juga terlibat dalam program bersama Rusia-India lainnya, seperti modernisasi jet tempur Su-30MKI Angkatan Udara India dan adaptasi dari rudal Brahmos Rusia-India ke fungsi udara-ke-darat guna digunakan pada Sukhoi Su-30MKI.

Saat ini, India adalah importir terbesar peralatan militer Rusia, yaitu sebanyak 28 persen dari seluruh ekspor senjata Rusia. Meskipun selalu ada keterlambatan dan meningkatnya biaya eskalasi untuk peralatan militer yang dipasok ke India, Rusia tetap menjadi pemasok senjata terbesar bagi India, memasok 70 persen dari total impor senjata negara itu. Rencananya, India akan menghabiskan sekitar 100 miliar dolar selama 10 tahun ke depan guna memodernisasi senjata-senjata era Uni Soviet di Angkatan Bersenjata-nya.

Angkatan Udara India sendiri sudah menerbangkan Sukhoi sejak tahun 1997, ketika pada saat itu India menerima Su-30 pertamanya dari Rusia dan kemudian secara bertahap mengembangkan sendiri Sukhoi Su-30MKI setelah Hindustan Aeronautics Limited memperoleh lisensi produksi dari Biro Desain Sukhoi Rusia.

Soal Panggilan BTN, Persib Tunggu Surat Resmi


* Minsera.Blogspot.com * BTN telah memanggil 32 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia. Persib Bandung mendapat jatah 5 pemain, namun pelatih Jajang Nurjaman belum bisa memberikan komentar terkait hal tersebut. Menurut Jajang pihaknya belum menerima surat resmi pemanggilan dari Badan Tim Nasional (BTN).

"Kita masih menunggu surat. Selagi belum terima surat keputusan resmi tidak terlalu kita tanggapi," ucap Jajang.

Sebelumnya BTN merilis daftar nama 32 pemain yang dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan di Jakarta. Dari 32 nama pemain yang nantinya akan dikerucutkan menjadi 23 pemain, terdapat nama 5 pemain Persib.

Lima nama pemain Persib yang dipanggil adalah Tony Sucipto, M. Ridwan, Sergio van Dijk, Hariono dan Maman Abdurrahman. Secara umum, Jajang sendiri merasa keberatan jika kehilangan 5 pemain inti secara bersamaan.

"Kalau kelima pemain dipanggil dan kita main tanggal 28 April ya jelas keberatan. Kelima pemain semuanya inti. Sementara laga timnas kan sifatnya persahabatan saja," pungkasnya.

sumber:

SANG KREATOR akhirnya di LENGSERKAN POLITIK


* Minsera.Blogspot.com * Desas-desus tentang pelengseran Indra Syafri dari posisinya sebagai Pelatih Timnas U-19 akhirnya menjadi kenyataan. Bersama dengan staff yang selama ini menyertainya, kontrak Syafri sebagai pelatih U-19 benar-benar diputus PSSI pada, Jumat (12/4) kemarin.

"Betul (kontrak diputus oleh PSSI, red). Gaji seluruh staff kepelatihan akan dibayar oleh PSSI," ujar Indra Syafri seperti dilansir Bola.net.

Sepekan belakangan, santer beredar kabar bahwa Indra Syafri bakal diberhentikan dari posisinya sebagai pelatih Timnas U-19. Posisi yang ditinggalkan pelatih kelahiran 2 Februari 1963 ini disebut-sebut bakal diisi oleh nama-nama yang dikenal dekat dengan kepengurusan 'anyar' PSSI.

Mengenai nasib Timnas U-19 usai pemberhentian Syafri masih belum diketahui. Namun, dikabarkan bahwa Timnas U-19 bakal diisi oleh Tim SAD, yang disebut-sebut diisi oleh talenta-talenta muda terbaik Indonesia.

Sementara itu, Indra Syafri berpesan agar pemutusan kontraknya ini tidak dijadikan polemik. Indra yakin bahwa penggantinya merupakan sosok yang lebih baik lagi baginya.

"Mari kita berdoa saja, mudah-mudahan anak daerah yang sudah direkrut selama ini bisa memberikan kebanggaan ke bangsa ini," dia menandaskan.

Eriyanto sang "KAPTEN TERBAIK" dalam "MILAN JUNIOR CAMP" Tetap Bangga Kenakan Kaos Timnas Meski Belum Dibayar


* Minsera.Blogspot.com * Selama memperkuat Timnas Indonesia U-19, Eriyanto belum mendapatkan honornya. Meski begitu, ia siap datang jika dipanggil untuk membela skuad Garuda Muda.

"Saya membela timnas tanpa bayaran sedikitpun, tetapi saya bangga memakai kaos Garuda. Jika dipanggil lagi untuk perkuat timnas, saya tetap mau demi Garuda," kata Eriyanto seperti dilansir Antara, Jumat (12/04).

Pemain kelahiran Sukabumi 17 tahun silam ini mengaku bahwa uang saku sebesar Rp.250 ribu per hari selama membela timnas U-19 belum cair. "Dikasih jatah uang saku, tetapi belum keluar," ujarnya yang mengaku tak tahu harus meminta honornya kepada siapa.

Sementara itu, Eriyanto berharap agar ujian akhir sekolahnya dapat berjalan lancar. Selain itu, pemain yang terpilih sebagai kapten terbaik di ajang Milan Junior Camp ini juga berharap agar dapat lolos seleksi untuk Piala AFF U-19 2013 pada awal Mei mendatang.

"Setelah selesai ujian, saya berharap bisa segera masuk tim profesional dan bertahan di timnas U-19," pungkasnya.

sumber:

Friday, 12 April 2013

BTN: Blanco Itu Pelatih Kelas Dunia


* Minsera.Blogspot.com * Badan Tim Nasional (BTN) mengungkapkan secara gamblang sosok pelatih Timnas Indonesia saat ini, Luis Manuel Blanco. Bahkan, manajer BTN Habil Marati menyebut pelatih asal Argentina tersebut berkelas dunia seperti Apel Washington.
Dikatakan oleh Habil, Blanco termasuk dalam 10 pelatih terbaik dan berpendapatan tinggi di Argentina. Itu merupakan salah satu alasan BTN mempercayakan Blanco untuk tukangi skuad Garuda.

"Kalau ada yang bilang Blanco pelatih abal-abal, itu karena tidak mengetahui kondisi sebenarnya. BTN bersama Blanco siap berjuang mewujudkan mimpi rakyat Indonesia untuk meraih gelar juara yang sudah lama tidak dirasakan," kata Habil.

Namun, Habil seperti kecewa dengan rumor digantikannya Blanco oleh mantan pelatih timnas, Alfred Riedl. Rumor tersebut muncul setelah PSSI menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) di Hotel Shangri-La, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (09/04) lalu.

Bahkan, posisi Blanco sempat goyah setelah pada laga lanjutan Pra Piala Asia 2015 melawan Arab Saudi, Sabtu (09/03), Timnas Indonesia dipercayakan pada duet Rahmad Darmawan dan Jacksen F Tiago.

"Blanco itu pelatih berkelas dunia atau apel Washington. Jadi, kalau ingin mencari penggantinya harus apel juga, jangan mangga atau kedondong," imbuh Habil.

Lebih jauh dikatakannya, setelah sukses menukangi China U-20, Blanco ditawari untuk melatih timnas China senior. Pengalaman Blanco diharapkan dapat menggantikan peran Jose Antonio Camacho.

Apalagi, Camacho berhasil mengumpulkan 6,1 juta Euro ketika menangani China senior. Berdasarkan data dari majalah terkemuka di Prancis, pendapatan Camacho hampir setara dengan penghasilan Roberto Mancini atau Sir Alex Ferguson.

"Hampir saja Blanco menjadi suksesor Camacho. Untungnya, Indonesia lebih cepat melakukan kontrak dengan Blanco. Sehingga, dia melatih di Indonesia dan dikontrak selama dua tahun," tambahnya.

"Orang China sampai begitu kehilangan sosok Blanco. Buktinya, ada utusan dari asosiasi sepak bola China (CFA) sampai menemui Blanco di Padang, Sumatera Barat, yang sedang menyaksikan sebuah pertandingan. Tujuannya, hanya untuk meminta Blanco supaya kembali melatih di negeri Tirai Bambu tersebut," tutup Habil.
Sumber:

Uji Coba Internasional, BTN Siapkan 32 Pemain


* Minsera.Blogspot.com * Untuk persiapan pertandingan uji coba internasional, pihak Badan Tim Nasional (BTN) bakal memanggil sebanyak 32 pemain untuk perkuat timnas Indonesia.

Rencananya, timnas akan melakukan uji coba melawan Benin di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, 27 April 2013. Pertandingan tersebut sebagai persiapan Pra Piala Asia 2015.

"Persiapan direncanakan dilakukan mulai minggu depan. BTN akan berkoordinasi dengan PSSI. BTN dan pelatih Luis Manuel Blanco akan presentasi di depan Komite Eksekutif (Exco). Selain itu, kami akan melawan Timnas Granada, Timnas Korea, Belanda, Paraguay, Chile, Equador, Mexico, Brasil, Portugal dan Argentina," ujar manajer BTN, Habil Marati.

Habil menambahkan, Benin bukanlah lawan yang enteng untuk timnas. Apalagi, setelah ditangani pelatih Arnese Menessou, Benin menjadi tim tangguh dan mampu bersaing pada kualifikasi Piala Dunia 2014.

"BTN dan pelatih Luis Manuel Blanco siap mewujudkan mimpi agar Indonesia meraih juara Piala AFF," tambah Habil.

Berkut adalah ke-32 pemain yang masuk dalam daftar panggilan BTN:

Kurnia Meiga, Deni Marcel, Aji Saka, Maman Abdurahman, M Robby, Syahrizal, Syaifullah, Valentino Telaubun, Suharto, Tony Sucipto, Dedi Indra, Fatur, Raphael Maitimo, M Ridwan, Dedi H, Andik Vermansyah, Haroino, Zulham Zamrun, Bayu Gatra, Ferdinand Sinaga, Stefano Lilipaly, Okto, Egi Melgiansyah, Boaz Salossa, Irfan Bachdim, Diego Michiels, Tonny Cussel, Ahmad Bustomi, Greg Nwokolo, Sergio Van Dijk, Titus Bonai, Patrich Wanggai, Husin J Rahaningmas.

Posisi Indonesia Melorot Di Ranking FIFA


* Minsera.Blogspot.com * Berita tak mengenakkan harus diterima publik sepakbola tanah air. Dalam rilis terbaru Rangking FIFA per 11 April 2013, posisi Indonesia kembali melorot dan kini menempati peringkat ke-170.

Hasil ini adalah yang terburuk sepanjang sejarah sepakbola Indonesia dan seakan mengulang catatan kelam pada Oktober 2012. Saat itu, Indonesia juga berada di peringkat ke-170 dari total 209 negara yang bernaung di bahwa FIFA.

Yang lebih menyesakkan dada lagi, peringkat Indonesia ini bahkan berada di bahwa negara-negara ASEAN lain yang selama ini menjadi pesaing utama Indonesia. Vietnam berada di peringkat ke-132, Thailand 140, Filipina 143, Myanmar 165, Malaysia 163 hingga Laos yang berada dua strip di atas Merah Putih.

Untuk kawasan ASEAN, Indonesia hanya berhasil unggul dari tiga negara yang notabene negara yang memang tak memiliki kekuatan di cabang sepakbola. Ketiga negara itu adalah Brunei Darussalam, yang berada di posisi ke 186, Timor Leste di posisi 186 dan Kamboja di peringkat 189.